Thursday, August 6, 2020
Home Militer Kisah Militer Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet

Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet

Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet – HobbyMiliter.com – Apakabar pembaca yang budiman? Saya harap anda sekalian tetap sehat dan selalu fit ditengah pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung saat ini. Mohon maaf apabila saya menghilang sejenak dari HobbyMiliter. Ada beberapa hal yang harus saya selesaikan sehingga saya tidak bisa memberikan kontribusi tulisan untuk sementara waktu.

Kali ini, saya akan mencoba menghadirkan kehadapan anda sekalian, pembaca yang budiman, sebuah kisah lama yang terjadi pada era Perang Dingin. Mungkin kisah ini mirip dengan plot film action yang menghadirkan kisah tentang operasi intelijen (yaah, seperti plot film James Bond lah, kira-kira). Bedanya, kisah ini nyata dan pernah terjadi, meski dalam pelaksanaannya operasi ini berhasil dilakukan tanpa adanya kontak tembak antara pihak-pihak yang bersinggungan. Sayangnya, kami tidak mendapatkan informasi jelas terkait lokasi – lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pada cerita ini.

Inilah kisah tentang Operation Lunik, kala Amerika Serikat berhasil menculik wahana antariksa milik Uni Soviet.

Perangko Lunik 2 DDR
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Lunik 2, Diabadikan Pada Prangko Surat Di Republik Demokratik Jerman / Jerman Timur.
Sumber : Pinterest

Sejarah Singkat Wahana Antariksa Lunik

Wahana antariksa Lunik sejatinya merupakan bagian dari program eksplorasi nir awak Uni Soviet terhadap kondisi Bulan. Program eksplorasi nir awak ini oleh Uni Soviet dinamai Luna Programme, dimana Lunik merupakan “sebutan” pihak Barat terhadap program tersebut. Dimulai pada tahun 1958 dan dinyatakan resmi berakhir pada tahun 1976, Programme Luna berhasil mencatatkan sebanyak 15 misi peluncuran sukses dan 29 misi peluncuran gagal.

Dalam pelaksanaannnya, Programme Luna membagi wahana antariksa kedalam beberapa misi, diantaranya yakni wahana Impactor, wahana Flyby (terbang melewati), wahana Soft Lander, wahana Orbiter, wahana Rover, dan wahana Sample Return.

Dalam program ini, tidak kurang dari 24 unit wahana antariksa diberikan nama designasi Luna, yang oleh kalangan intelijen dan masyarakat di Blok Barat juga disebut Lunik. Beberapa wahana antariksa dari program Luna / Lunik ini berhasil mencatatkan beberapa rekor dunia. Diantaranya, Luna 2 / Lunik 2, berhasil menjadi objek buatan manusia (man-made) pertama yang mampu mencapai wilayah daratan di Bulan. Kemudian Luna 3 / Lunik 3, berhasil  menjadi wahana antariksa pertama yang mengambil foto bagian Bulan yang tidak nampak dari Bumi (Far side of the Moon).

Replika Skala Lunik 2 Probe
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Replika Skala Wahana Antariksa Lunik 2.
Sumber : RIA Novosti

Beberapa pencapaian prestisius ini rupanya membuat kalangan intelijen dan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat penasaran. Selain fakta bahwa program Luna / Lunik telah menghasilkan beberapa rekor dunia, rupanya Amerika ingin mengetahui siapa saja yang memasok komponen – komponen dalam sistem Lunik sehingga dapat bekerja dengan baik sesuai dengan misinya. Wajar saja, AS pasti akan berusaha sekuat tenaga memetakan potensi lawannya di kala itu, yakni Uni Soviet.

Dengan mengetahui fasilitas mana saja yang memproduksi tiap-tiap komponen, AS dapat memetakan lokasi, kemampuan, serta jumlah aset industri strategis Uni Soviet di bidang penerbangan Antariksa / Luar Angkasa. Data itu sangat berguna apabila kelak terjadi konflik militer antara kedua negara dimana AS dapat dengan cepat menghancurkan pabrik / fasilitas industri strategis milik Uni Soviet dibidang Antariksa yang juga dapat dimanfaatkan Soviet sebagai Industri Pendukung bagi pengembangan teknologi militernya terutama untuk peluru kendali / rudal nuklir antar benua (ICBM).

Berangkat dari motivasi tersebut, ditambah dengan adanya informasi bahwa Uni Soviet sedang dengan bangga nya memamerkan wahana Lunik 2 pada sebuah tur eksibisi ke berbagai negara, membuat intelijen AS (CIA) segera menyusun rencana untuk dapat menggali informasi langsung dari unit wahana Antariksa Lunik 2 milik Uni Soviet tersebut. Akhirnya, dirancanglah sebuah operasi yang secara tidak resmi disebut sebagai “Operation Lunik”.

BACA JUGA :  Kisah Intelijen: Pembelotan Pilot MiG-21 Irak ke Israel

Lunik 2 On CIA Document
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Wahana Antariksa Lunik 2 Pada Sebuah Pameran.
Sumber : Dokumen CIA

Operation Lunik, Menculik Wahana Antariksa Uni Soviet

Sebuah informasi yang diterima oleh stasiun lapangan agensi intelijen AS – CIA, menyebutkan bahwa Uni Soviet akan mengadakan tur eksibisi ke beberapa negara, untuk mempromosikan produk buatan dalam negerinya, termasuk berbagai capaian “luar biasa” dibidang ilmu pengetahuan, teknologi nuklir, dan teknologi penjelajahan antariksa.

Ajang pameran teknologi Uni Soviet ini dilakukan pasca suksesnya misi peluncuran wahana antariksa Lunik 2 yang merupakan bagian dari Programme Luna. Awalnya, informasi ini tidak begitu menarik perhatian hingga terdengar kabar bahwa ternyata Uni Soviet juga mengirimkan satu unit wahana Lunik 2 untuk dipamerkan juga dalam ajang eksibisi / pameran keliling tersebut. Tanpa pikir panjang, CIA berusaha untuk dapat memperoleh akses langsung ke wahana tersebut.

Singkat kata, CIA akhirnya bisa mendapat akses langsung ke wahana antariksa tersebut untuk “memeriksa” kondisi wahana tersebut. Semula, pihak Amerika mengira bahwa modul wahana Lunik 2 yang dikirim oleh Soviet untuk dipamerkan tersebut adalah mock-up atau unit palsu/replika saja. Tentu saja, ini didasari pola pikir logis sederhana yakni bahwa Soviet tidak mungkin melepas barang asli yang memiliki nilai teknologi tinggi dan telah berhasil mencatatkan rekor dunia sebelum Blok Barat mencapai prestasi yang sama. Tapi rupanya, keberuntungan sedang berada pada pihak AS.

Block-E_rocket_stage LUNIK 2
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Gambar 3D Bagian Terakhir / Last Stage Dari Roket Pembawa Wahana Antariksa Lunik 2.
Sumber : wikipedia

CIA berhasil meloloskan 1 grup agen – agen intelijen kedalam area pameran, tepat sesudah pameran dinyatakan berakhir dan gedung tempat pameran ditutup. Para agen ini kemudian melakukan tugasnya masing-masing. Ada yang melakukan pengukuran dimensi wahana tersebut, menentukan karakteristik struktur penopang wahana, memperkirakan alur pengkabelan / wiring, dan juga melakukan estimasi ukuran dan kemampuan mesin pendorong pada bagian akhir dari wahana tersebut.

Dari hasil pengecekan oleh para agen lapangan (Field Officer) CIA, diketahui beberapa hal penting diantaranya :

  1. Modul wahana Antariksa Lunik 2 yang dikirim oleh Soviet pada ajang tur eksibisi tersebut adalah barang jadi asli hasil produksi. Ini mematahkan anggapan awal bahwa Soviet hanya akan mengirimkan sebuah replika / mock-up dari wahana antariksa tersebut.
  2. Bahwa pada saat dipamerkan, kondisi wahana tersebut sudah dikurangi komponen elektrikal, mesin dan pengkabelannya. Ini mungkin dimaksudkan agar intelijen Blok Barat tidak dapat mengetahui dengan pasti jenis mesin, teknologi elektrikal yang digunakan pada wahana Lunik 2 ini.
  3. Meski sudah melakukan berbagai pengukuran dan pengumpulan data, rupanya data detail terkait penandaan kode produksi dan fasilitas mana saja yang memproduksi komponen bagi wahana ini tidak dapat dilakukan dengan baik karena beberapa kode penandaan dari pabrik masih belum di cek dan posisi nya berada pada tempat yang sulit dijangkau, sementara waktu yang diberikan untuk para agen ini terbatas.

Soviet Lunik 2 Cutaway Drawing
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Gambar Struktur Roket Pembawa Wahana Antariksa Lunik 2.
Sumber : FlightGlobal

CIA kemudian berusaha menyusun rencana lanjutan untuk memperoleh akses lagi kedalam wahana Lunik 2 ini. Beberapa opsi mulai dipertimbangkan untuk “meminjam” wahana antariksa Lunik 2 dari tangan Soviet tanpa diketahui oleh para tentara dan agen intelijen Soviet yang bertugas menjaga pergerakan/pergeseran material pameran tersebut dari satu tempat ke tempat lainnya. Rupanya, CIA sempat mengalami kebuntuan karena Soviet menjaga secara khusus wahana Lunik 2 dengan penjagaan ketat dari para tentara dan agen KGB selama 24 jam non-stop.

Akhirnya, diputuskan bahwa CIA akan berusaha “meminjam” wahana antariksa Lunik 2 dari tangan Uni Soviet sebelum diangkut menuju ke kota tujuan lain untuk dipamerkan kembali. Rinciannya, truk pengangkut wahana tersebut akan dibelokkan ke suatu bengkel pembongkaran mesin yang telah disewa sebelumnya untuk membantu tim CIA melakukan proses identifikasi kode penandaan pabrikan komponen penyusun wahana itu. Pengemudi yang asli dari truk tersebut akan dibawa ke sebuah hotel untuk bermalam, sementara tim CIA akan menugaskan satu pengemudi khusus yang akan membawa truk tersebut ke bengkel pembongkaran mesin yang sudah ditentukan.

BACA JUGA :  Indo Defence 2016 : Rheinmetall Tampilkan Marder Medium Tank RI

Selama proses perjalanan dari lokasi pameran hingga menjelang lokasi bengkel pembongkaran mesin, dua mobil berisikan agen lapangan CIA mengawal truk yang mengangkut modul wahana antariksa Lunik 2 tersebut. Satu mobil berada di depan truk dan satu lagi mengikuti truk tersebut dari belakang. Konvoi ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa pihak Soviet tidak mengawal perjalanan truk pembawa wahana antariksa tersebut. Setelah yakin tidak ada kehadiran pihak Soviet, maka truk tersebut diberhentikan dan ditukar pengemudinya, untuk kemudian dibawa menuju bengkel pembongkaran mesin.

Lunik 2 Probe
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Wahana Antariksa Lunik 2 Probe.
Sumber : Galacticjourney

Setibanya di bengkel pembongkaran mesin, tim khusus dari unit identifikasi penandaan barang CIA mulai bekerja. Aksi mereka sempat ditunda selama 30 menit karena agen lapangan CIA yang bertugas untuk mengelilingi area bengkel pembongkaran mesin harus memastikan bahwa tidak ada kehadiran intelijen Soviet dan atau pasukan tentara Soviet untuk menyergap mereka. Setelah cukup yakin situasi aman, barulah unit identifikasi penandaan barang CIA diijinkan untuk memulai aksinya.

Sementara itu, di area stasiun, seorang pengawas Soviet sedang mengecek kedatangan truk – truk pembawa material pameran yang akan dipindahkan ke kota lain menggunakan kereta. Setelah yakin tidak ada truk yang datang lagi, ia mulai merapihkan berkas kerjanya dan bergegas untuk makan malam di hotel. Tanpa diketahuinya, pergerakannya terus dipantau oleh 1 regu agen lapangan CIA yang terus mengawasi hotel tersebut semalam suntuk.

Kembali ke bengkel pembongkaran mesin, unit wahana Antariksa Lunik 2 mulai “di cek dan di periksa” oleh unit identifikasi marka dari CIA. Karena dibungkus dalam krat besar yang terbuat dari kayu, sementara akses untuk masuk kedalam wahana tersebut adalah melalui bagian atas krat tersebut, maka bagian atas krat tersebut mulai dibuka. Ada sebuah insiden kecil saat bagian penutup atas krat dibuka, dan ketika tim hendak masuk kedalam krat, secara tiba-tiba lampu jalan menyala dan menerangi area bengkel pembongkaran mesin tersebut. Sempat kaget, para agen lapangan pun akhirnya memberi kabar bahwa memang pencahayaan lampu jalan baru menyala sesuai jadwal di area ini.

R-7 Vostok
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Roket R-7 Yang Awalnya Digunakan Sebagai Rudal Nuklir Antar-Benua, Dijadikan Roket Pembawa Wahana Antariksa Lunik 2. Tampak Dalam Foto Sebuah R-7 Dengan Kargo Wahana Vostok.
Sumber : Astronautix

Unit identifikasi marka pun kembali melanjutkan pekerjaan. Atap krat dibongkar, tangga mulai diturunkan kedalam dan orang-orang dari unit identifikasi marka pun mulai memasuki krat tersebut. Peralatan fotografi khusus juga disiapkan untuk memfoto semua marka penanda kode produksi yang ada tercetak pada wahana tersebut. Untuk bisa mendekati perangkat wahana Lunik 2 yang diletakkan pada bagian ujung depan dari roket tingkat akhir Lunik 2, tim khusus ini harus melepas jendela yang digunakan untuk inspeksi (Inspection Window) dan harus melepas sepatu mereka sebelum masuk kedalam untuk mengamati lebih dekat wahana Lunik 2 tersebut.

Selain melakukan pengecekan terhadap wahana Lunik 2, bagian selubung penutup mesin roket pendorong tingkat akhir dari Lunik 2 juga dilepas untuk memudahkan identifikasi pada kompartemen mesin roket pendorong tingkat akhir dan rangkaian tanki bahan bakar. Proses ini juga penting karena AS ingin tahu bagaimana sistem pendorong roket tingkat akhir wahana Lunik ini bekerja dan mampu mengirimkan muatannya, yakni wahana Lunik 2, ke permukaan Bulan.

BACA JUGA :  Sekitar Sejuta Warga Katalan Demo Mendesak Kemerdekaan dari Spanyol

Secara keseluruhan, pada rentang waktu 1 malam tersebut, wahana roket pendorong tingkat akhir yang berisikan wahana Lunik 2, dibongkar total oleh agen-agen dari unit khusus identifikasi marka penandaan kode produksi dari CIA. Setelah semua proses identifikasi dan eksploitasi informasi penting dari Lunik 2 selesai, maka saatnya mengembalikan semuanya dalam kondisi utuh dan tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Dan karena unit khusus ini telah sangat sering dan terlatih dalam proses bongkar-pasang ini, maka proses pemasangan kembali seluruh komponen dan selubung penutup serta kaca jendela inspeksi dapat dilaksanakan dengan baik dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun.

Replika Penanda Uni Soviet Yang Dipasang Pada Lunik 2 Diberikan Ut AS
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Replika Tanda Kebesaran Uni Soviet Yang Dipasang Pada Wahana Lunik 2 Yang Berhasil Mendarat Di Bulan. Replika Ini Secara Khusus Diberikan Oleh Nikita Khrushchev Selaku Pemimpin Uni Soviet Kepada Presiden AS Dwight D. Eisenhower Pada Kunjungannya Ke Amerika Serikat Pada Bulan September Tahun 1959.
Sumber : wikipedia

Unit khusus identifikasi marka dari CIA tiba di lokasi pukul 07.30 malam waktu setempat, dan unit tersebut keluar dari lokasi pada pukul 04.00 pagi waktu setempat. Total hanya dibutuhkan waktu 8 jam 30 menit untuk melaksanakan proses pengumpulan data pada perangkat tersebut. Pukul 05.00 pagi, truk pembawa wahana tersebut keluar dari bengkel pembongkaran mesin menuju ke titik pertukaran pengemudi yang telah disepakati. Setibanya di lokasi pertukaran pengemudi, pengemudi ditukar dan pengemudi asli yang awalnya ditugaskan membawa truk tersebut ke stasiun kereta api pun kembali melaksanakan tugasnya seolah tidak terjadi apa-apa.

Petugas jaga Soviet yang datang ke stasiun pada pukul 07.00 pagi itu mendapati truk pembawa Lunik 2 telah menunggu untuk diperiksa. Tanpa ada kecurigaan, ia memeriksa kondisi krat pembungkus, lalu memerintahkan untuk barang tersebut segera di naikkan keatas rangkaian kereta barang. Karena barang terakhir yakni wahana Lunik 2 sudah diatas kereta, maka kereta api itu pun berangkat menuju destinasi pameran berikutnya.

Hingga saat ini, Uni Soviet tidak pernah mengetahui bahwa wahana Lunik 2 milik mereka ternyata pernah di pinjam tanpa ijin dan tanpa sepengetahuan mereka, oleh AS.

Lay Out Lunik 2 On CIA Document
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Gambar Tata Letak / Lay Out Tingkat Terakhir Roket Pembawa Wahana Antariksa Lunik 2.
Sumber : Dokumen CIA

Data Penting Yang Berhasil Diperoleh AS

Secara umum, ada beberapa data penting yang dapat diperoleh AS dari suksesnya operasi Penculikan Lunik 2. Diantaranya sebagai berikut :

  1. Fasilitas perakitan dan produksi utama wahana Lunik 2
  2. Fakta bahwa Lunik 2 yang dipinjam AS adalah unit ke-5 yang dibuat Uni Soviet
  3. Identifikasi 3 pabrikan penyuplai komponen kelistrikan / elektrikal bagi wahana Lunik 2
  4. Penjelasan terhadap sistem penomoran komponen yang digunakan dalam wahana – wahana antariksa buatan Uni Soviet
  5. Kemungkinan adanya penggunaan sistem penomoran komponen yang sama pada program wahana antariksa buatan Uni Soviet yang lain (Tidak hanya pada wahana-wahana Programme Lunik)

Penutup

Keberhasilan operasi Lunik ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara unit khusus dan unit lapangan yang dilibatkan dalam operasi ini. Juga tidak terlepas dari minimnya pengamanan saat perjalanan pemindahan barang yang dilakukan oleh Soviet saat itu sehingga menimbulkan celah bagi intelijen AS untuk bisa masuk dan meminjam wahana antariksa buatan Soviet tanpa adanya ijin dari pemerintah Uni Soviet. Selain itu yang bisa kita petik dari suksesnya operasi ini adalah kemampuan intelijen AS yang begitu kuat dari sisi jaringan intelijen yang tersebar di seluruh dunia, koordinasi antara tim khusus yang digerakkan dari kantor pusat di AS dengan tim lapangan yang bertugas di area kerja tempat tim khusus tersebut ditugaskan, sehingga dapat merencanakan, dan melaksanakan misi yang tingkat kesulitannya sangat tinggi, dengan baik dan memperoleh hasil yang baik pula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua