Tuesday, September 26, 2023
HomeMiliterKisah MiliterOperation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet

Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet

Kembali ke bengkel pembongkaran mesin, unit wahana Antariksa Lunik 2 mulai “di cek dan di periksa” oleh unit identifikasi marka dari CIA. Karena dibungkus dalam krat besar yang terbuat dari kayu, sementara akses untuk masuk kedalam wahana tersebut adalah melalui bagian atas krat tersebut, maka bagian atas krat tersebut mulai dibuka. Ada sebuah insiden kecil saat bagian penutup atas krat dibuka, dan ketika tim hendak masuk kedalam krat, secara tiba-tiba lampu jalan menyala dan menerangi area bengkel pembongkaran mesin tersebut. Sempat kaget, para agen lapangan pun akhirnya memberi kabar bahwa memang pencahayaan lampu jalan baru menyala sesuai jadwal di area ini.

R-7 Vostok
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Roket R-7 Yang Awalnya Digunakan Sebagai Rudal Nuklir Antar-Benua, Dijadikan Roket Pembawa Wahana Antariksa Lunik 2. Tampak Dalam Foto Sebuah R-7 Dengan Kargo Wahana Vostok.
Sumber : Astronautix

Unit identifikasi marka pun kembali melanjutkan pekerjaan. Atap krat dibongkar, tangga mulai diturunkan kedalam dan orang-orang dari unit identifikasi marka pun mulai memasuki krat tersebut. Peralatan fotografi khusus juga disiapkan untuk memfoto semua marka penanda kode produksi yang ada tercetak pada wahana tersebut. Untuk bisa mendekati perangkat wahana Lunik 2 yang diletakkan pada bagian ujung depan dari roket tingkat akhir Lunik 2, tim khusus ini harus melepas jendela yang digunakan untuk inspeksi (Inspection Window) dan harus melepas sepatu mereka sebelum masuk kedalam untuk mengamati lebih dekat wahana Lunik 2 tersebut.

BACA JUGA :  TNI AL Indonesia dan Singapura Semakin Akrab

Selain melakukan pengecekan terhadap wahana Lunik 2, bagian selubung penutup mesin roket pendorong tingkat akhir dari Lunik 2 juga dilepas untuk memudahkan identifikasi pada kompartemen mesin roket pendorong tingkat akhir dan rangkaian tanki bahan bakar. Proses ini juga penting karena AS ingin tahu bagaimana sistem pendorong roket tingkat akhir wahana Lunik ini bekerja dan mampu mengirimkan muatannya, yakni wahana Lunik 2, ke permukaan Bulan.

Secara keseluruhan, pada rentang waktu 1 malam tersebut, wahana roket pendorong tingkat akhir yang berisikan wahana Lunik 2, dibongkar total oleh agen-agen dari unit khusus identifikasi marka penandaan kode produksi dari CIA. Setelah semua proses identifikasi dan eksploitasi informasi penting dari Lunik 2 selesai, maka saatnya mengembalikan semuanya dalam kondisi utuh dan tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Dan karena unit khusus ini telah sangat sering dan terlatih dalam proses bongkar-pasang ini, maka proses pemasangan kembali seluruh komponen dan selubung penutup serta kaca jendela inspeksi dapat dilaksanakan dengan baik dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun.

BACA JUGA :  Boeing CH-47F, Varian Tercanggih dari Chinook
Replika Penanda Uni Soviet Yang Dipasang Pada Lunik 2 Diberikan Ut AS
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Replika Tanda Kebesaran Uni Soviet Yang Dipasang Pada Wahana Lunik 2 Yang Berhasil Mendarat Di Bulan. Replika Ini Secara Khusus Diberikan Oleh Nikita Khrushchev Selaku Pemimpin Uni Soviet Kepada Presiden AS Dwight D. Eisenhower Pada Kunjungannya Ke Amerika Serikat Pada Bulan September Tahun 1959.
Sumber : wikipedia

Unit khusus identifikasi marka dari CIA tiba di lokasi pukul 07.30 malam waktu setempat, dan unit tersebut keluar dari lokasi pada pukul 04.00 pagi waktu setempat. Total hanya dibutuhkan waktu 8 jam 30 menit untuk melaksanakan proses pengumpulan data pada perangkat tersebut. Pukul 05.00 pagi, truk pembawa wahana tersebut keluar dari bengkel pembongkaran mesin menuju ke titik pertukaran pengemudi yang telah disepakati. Setibanya di lokasi pertukaran pengemudi, pengemudi ditukar dan pengemudi asli yang awalnya ditugaskan membawa truk tersebut ke stasiun kereta api pun kembali melaksanakan tugasnya seolah tidak terjadi apa-apa.

Petugas jaga Soviet yang datang ke stasiun pada pukul 07.00 pagi itu mendapati truk pembawa Lunik 2 telah menunggu untuk diperiksa. Tanpa ada kecurigaan, ia memeriksa kondisi krat pembungkus, lalu memerintahkan untuk barang tersebut segera di naikkan keatas rangkaian kereta barang. Karena barang terakhir yakni wahana Lunik 2 sudah diatas kereta, maka kereta api itu pun berangkat menuju destinasi pameran berikutnya.

BACA JUGA :  Boeing-SAAB Menangkan Tender Jet Latih T-X

Hingga saat ini, Uni Soviet tidak pernah mengetahui bahwa wahana Lunik 2 milik mereka ternyata pernah di pinjam tanpa ijin dan tanpa sepengetahuan mereka, oleh AS.

Lay Out Lunik 2 On CIA Document
Operation Lunik, Ketika AS Menculik Wahana Luar Angkasa Milik Uni Soviet. Gambar Tata Letak / Lay Out Tingkat Terakhir Roket Pembawa Wahana Antariksa Lunik 2.
Sumber : Dokumen CIA

Data Penting Yang Berhasil Diperoleh AS

Secara umum, ada beberapa data penting yang dapat diperoleh AS dari suksesnya operasi Penculikan Lunik 2. Diantaranya sebagai berikut :

  1. Fasilitas perakitan dan produksi utama wahana Lunik 2
  2. Fakta bahwa Lunik 2 yang dipinjam AS adalah unit ke-5 yang dibuat Uni Soviet
  3. Identifikasi 3 pabrikan penyuplai komponen kelistrikan / elektrikal bagi wahana Lunik 2
  4. Penjelasan terhadap sistem penomoran komponen yang digunakan dalam wahana – wahana antariksa buatan Uni Soviet
  5. Kemungkinan adanya penggunaan sistem penomoran komponen yang sama pada program wahana antariksa buatan Uni Soviet yang lain (Tidak hanya pada wahana-wahana Programme Lunik)

Penutup

Kristian Prasetyo Lobo
Kristian Prasetyo Lobohttps://www.facebook.com/Achtung.sniper
Just an ordinary person who loves diecast and military related-stuffs. Enjoy my writings as you enjoy your daily delicious food. Wanna put some suggestion? Don't hesitate to comment on my posts or you can sending me message on my facebook profile. ^^

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

railroadguns-Schwerer Gustav

Railway Guns SUPER BESAR

0
Pemasangan artileri berat pada gerbong kereta pertama kali diusulkan oleh Warga Rusia, Gustav Kori pada tahun 1847, dan pertama kali digunakan dalam pertempuran Perang Saudara...

Recent Comments