Grup 1 Kopassus Serang
Grup 1 Kopassus Serang.

HobbyMiliter.com – Profil Grup 1 Kopassus Serang. Sejarah terbentuknya Grup 1 Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI-AD sudah pasti tidak bisa dilepaskan dengan sejarah berdirinya Kopassus sendiri yang pada awalnya bernama Resimen Para Komando (RPKAD) pada 16 April 1952.

Dalam sejarahnya, RPKAD TNI-AD saat itu terdiri dari dua kompi A dan B yang kemudian berkembang menjadi Detasemen Pasukan Khusus (DPC) Batalyon 2 RPKAD serta Detasemen 3 RPKAD. Setelah melalui latihan berat dan hasil penugasan operasi gemilang yang dilakukan satuan ini membuat RPKAD mulai saat itu dikenal sebagai satuan yang tangguh dan disegani kawan dan lawan.

Beberapa contoh operasi penugasan yang gemilang dilalui oleh satuan ini adalah Operasi Linud yang pertama dilakukan dalam perebutan Kota Pekanbaru, Lapangan terbang Tabing Padang, perebutan kota Medan, ketiganya dalam operasi melawan PRRI, kemudian Operasi di Mapanget (Manado) dalam melawan pemberontakan PERMESTA, serta penerjunan di Irian Barat. Kesuksesan dari satuan ini secara otomatis mengharumkan nama satuan. Tak mengherankan jika satuan ini kemudian selalu hadir dalam setiap Operasi Militer terhadap DI/TII di Jabar, Jateng , Aceh, Sulsel, RMS di Pulau Seram, PRRI/Permesta serta Trikora di Irian Barat.

Baca juga :   Indonesia Tarik Armada Helikopter Dari MINUSMA

Akhirnya berdasarkan Keputusan Men/Pangad No.260/3/1963 tertanggal 16-3-1963 disahkan berdirinya Batalyon 1 Para Komando di Jakarta. Selanjutnya perkembangan dalam tubuh TNI-AD menuntut adanya pembentukan Organisasi RPKAD TNI-AD yang menjadi pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat (Puspassus-AD). Dalam rangka perubahan organisasi itulah RPKAD, maka nama Batalyon 1 Parako diubah menjadi menjadi Grup 1 Parako, termasuk perubahan organisasinya. Disinilah semakin membuktikan bahwa sejarah kesatuan Grup 1  Parako tidak akan terlepas dari sejarah Batalyon 1 Parako.

Baca juga :   Mengenal Boeing AH-64E Apache Guardian, Helikopter Tempur Pesanan TNI AD

Komandan Batalyon 1 Parako yang pertama adalah Mayor Inf. L. B. Moerdani yang dikenal sebagai Pahlawan Trikora penerima Bintang Sakti atas aksinya bersama Pasukan Naga di sekitaran Merauke. Dan wakilnya Kapten Inf. M. I. Sutaryo. Kesatuan ini belum punya lambang tapi ada motto perjuangan yaitu “Tjahya Rengga Ambuka Dirgahayu”.

Di tahun 1964 ada pergantian pimpinan, Mayor Inf. C. I. Santosa ditunjuk sebagai Komandan ke-2 menggantikan Mayor Inf. L. B. Moerdani. Di bawah pimpinan yang baru ini penumpasan pemberontakan G-30S/PKI begitu cepat diatasi. Mayor Santosa yang juga dikenal sebagai Mayor Napoleon berhasil memimpin operasi pembebasan pangkalan Halim Perdana Kusuma dari pihak musuh yang saat itu diperkirakan kekuatannya jauh lebih besar.

1
2
3
4
5
6
ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here