Kisah Aksi Sabotase Prajurit Kopaska TNI AL di Johor Malaysia

    Kisah Prajurit Komando Pasukan Katak di Era Dwikora

    0
    61934

    Tertangkapnya Prajurit Kopaska

    Kopaska, Pasukan Katak TNI AL
    Kopaska, Pasukan Katak TNI AL

    Sesampainya di Johor Baru, kontak lokal yang bakal menemui Soewarno tak juga muncul. Berhari-hari ia menunggu dengan hasil nihil. Firasat Soewarno, jangan-jangan misinya sudah terendus pihak lawan. Karena usia visanya tinggal sehari, dini hari Minggu ia nekad ke Kota Tinggi dengan bus antar kota. Lagi-lagi razia polisi Federasi Malaya tak mampu menjeratnya.

    Dengan berjalan kaki Soewarno bergerak menuju Gunung Muntaha. Di sekitar hutan kecil di kaki gunung, telah menunggu sekitar 40 orang prajurit Kopaska berpakaian sipil dan bersenjata senapan otomatis Thompson. Para pasukan katak ini sebelumnya menempuh jalan sendiri sendiri dan dengan samaran yang berbeda beda untuk mencapai Gunung Muntaha Johor baru ini. Tiap orang dapat jatah 500 butir peluru dan 10 kilogram bahan peledak. Rencananya, usai menjalankan misi mereka bakal kembali ke Pulau Batam. Setelah berdoa, ke 40 orang Kopaska segera berpencar dan tinggalah Soewarno di lokasi itu.

    BACA JUGA :  Kiprah Detasemen Bomber Nuklir Handley Page Victor RAF Di Masa Konfrontasi RI-Malaysia

    Belum sempat beraksi, tiba-tiba satu peleton polisi Federal yang dilengkapi senjata berat mengepungnya. Merasa sia-sia melawan, Soewarno segera angkat tangan. Ia baru sadar, rupanya kontak yang bakal ditemui di Johor Baru bertindak ‘injak dua perahu’ (double agent).

    Habis-habisan Soewarno diinterogasi dan digebuki tanpa ampun. Para interogator mencecarnya dengan pertanyaan, “Awak ini siapa ? Apa macam ada di hutan ? Siapa tokemu di sini ?” Pertanyaan ini terns menerus diulangi seraya diimbuhi aneka siksaan fisik mendarat di sekujur tubuh.

    BACA JUGA :  Senator AS Kecam Pentagon Atas Pembelian Villa Afghanistan Senilai 150 Juta Dollar

    Saat ditelepon polisi, Soen Gwan yang merupakan aset lokal binaan BPI, buru-buru menengok Soewarno di tahanan polisi Kota Tinggi. Dengan susah payah cukong itu akhirnya berhasil menebus Soewarno senilai 500 dollar AS. Saat mau beranjak pergi, tanpa sengaja Soewarno dan Soen Gwan berpapasan dengan Prijatna yang juga kena ringkus. Polisi Federal yang jeli segera memancing dengan pertanyaan, apakah Prijatna kenal Soewarno. Celakanya Prijatna yang rupanya juga baru usai disiksa, keceplosan dan mengaku kenal dengan ‘Jimus bin Usman’.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here