Kisah Aksi Sabotase Prajurit Kopaska TNI AL di Johor Malaysia

    Kisah Prajurit Komando Pasukan Katak di Era Dwikora

    0
    61933
    Prajurit topeng Kopaska TNI AL
    Prajurit topeng Kopaska TNI AL

    Nahas bagi Soewarno, di perairan Temasek perahunya kena cegat kapal patroli Marine Police yang bersenjata lengkap. Saat petugas menaiki perahunya, Soewarno cepat-cepat menyelipkan selembar uang 10 dollar AS di balik kaus kaki petugas itu. “Tulunglah awak, Encik! Awak nyemokel begini buat anak bini…”, demikian ia pura-pura menghiba. Seketika, tanpa memeriksa lagi petugas itu berteriak “Silakan lanjut!”. Untuk sementara waktu, Dewi Fortuna masih berpihak pada¬†anggota pasukan katak tersebut.

    Setelah berlayar hampir satu setengah jam, kedua penyelundup gadungan ini berhasil mendarat di Temasek dan segera dijemput ‘kontak’ yang tak lain ialah orang BPI yang telah lebih dulu disusupkan. Kontak itu memberikan sejumlah dokumen pelengkap termasuk visa terbatas selama tiga hari. Muatan bahan peledak selanjutnya diurus oleh kontak tersebut. Di sini Prijatna berpisah dengan Soewarno dan meneruskan perjalanan.

    BACA JUGA :  Arab Saudi Akan Kirim Pasukan Darat Ke Suriah Setelah Persetujuan AS

    Menjelang sore, Soewarno menemui cukong setempat bemama Lim Soen Gwan yang tinggal di jalan Liang nomor 5. Semua getah karet yang dibawa Soewarno segera diborong karena harganya miring. Sah lah penyamaran prajurit Kopaska ini sebagai penyelundup karet.

    Terbatasnya waktu dan sulitnya menembus perbatasan Semenanjung Malaya dengan Temasek tak membuat tekad Soewarno kendur. Mereka lalu secara sembunyi-sembunyi menumpang kereta api menuju Johor Baru. Sepanjang Temasek -Johor Baru yang ditempuh selama hampir 24 jam itu, kereta berhenti di beberapa stasiun guna diperiksa petugas imigrasi. Guna menghindari razia, tak jarang Soewarno ngumpet di WC atau pura-pura mengasuh anak salah seorang penumpang kereta.

    BACA JUGA :  SERUNYA MARINIR INDONESIA - AMERIKA DALAM LOMBA AGUSTUSAN

    Di sejumlah stasiun, hati Soewarno terkesiap. Di tembok peron gambar beberapa orang rekannya sesama prajurit Kopaska telah dipajang dengan status sebagai buronan polisi. Rupanya selama ini ada warga Pulau Sekupang yang bekerja untuk dinas rahasia Federasi Malaya dan memotret wajah sebagian rekannya. Beruntung, wajah Soewarno tak ada di sana.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here