Foto Foto Darurat Militer Aceh 2003-2004, Operasi Militer Lawan GAM

1
27186
BTR-40 mengawal konvoi travel Medan - Aceh
BTR-40 mengawal konvoi travel Medan – Aceh

Pada masa ini, TNI masih menggunakan kendaraan kendaraan tempur lawas hasil pembelian jaman orde lama, misalnya BTR-40 ini. Sebetulnya sih, hingga tahun 2019 ini, berpuluh puluh tahun setelah pembeliannya, berpuluh puluh tahun setelah awak pertama dari kendaraan tempur ini pensiun, kendaraan tempur lapis baja ini masih dipakai oleh TNI. Namun memang, sudah tidak menjadi alutsista lapis pertama lagi.

Alvis Saracen, si gaek yang tangguh sedang beraksi di Aceh
Alvis Saracen, si gaek yang tangguh sedang beraksi di Aceh

Ranpur sepuh Kavaleri TNI AD, Alvis Saracen juga masih berperan penting dalam operasi pemulihan keamanan di wilayah Aceh ini. Ranpur yang dibeli dari Inggris di jaman Presiden Soekarno ini, di tahun 2019 ini ternyata juga masih mengabdi di TNI AD. Di Aceh, ranpur ini sering mengawal konvoi travel dan logistik dari Medan ke Banda Aceh. Pengawalan diperlukan agar pasokan sembako dan angkutan umum tidak terganggu keamanannya.

BACA JUGA :  China Mulai Operasikan Pesawat Angkut Shaanxi Y9
Pasukan TNI mengamankan IED bom pipa GAM di Aceh 2003
Pasukan TNI mengamankan blokade jalan yang dilakukan oleh GAM di Aceh 2003

Ketika melakukan penghadangan, anggota GAM tidak hanya menyerang dengan senjata ringan seperti senapan serbu AK47, AK74 dan M-16. Tetapi juga sudah menggunakan bom pipa yang ditanam sebagai IED di tepi jalan. Bom ini akan mengakibatkan kerusakan bagi kendaraan biasa yang tidak memiliki lapisan baja dan perlindungan terhadap ranjau.

Pos keamanan TNI di Operasi Darurat Militer Aceh 2003
Pos keamanan TNI di Operasi Darurat Militer Aceh 2003

Pasukan TNI mendirikan pos pos pemantauan di tepi jalan. Pos pos ini melakukan pemeriksaan dan pengamanan, sekaligus mempersempit gerak anggota GAM dalam melakukan aksinya. Tampak warga desa melewati pos TNI di tepi jalan. Pos ini juga menjadi tempat istirahat pasukan TNI yang melakukan patroli keamanan.

BACA JUGA :  Intip TNI Berlatih Sniper
Anggota TNI merawat senjata di Aceh 2003
Anggota TNI merawat senjata di Aceh 2003

Di waktu senggangnya, sembari beristirahat anggota TNI harus merawat dan membersihkan senjatanya agar dapat berfungsi dengan baik selalu. Terutama agar tidak macet ketika digunakan dalam baku tembak jika terjadi kontak senjata dengan pasukan GAM. Senjata ini adalah istri pertama anggota TNI di dalam tugas. [Bersambung ke halaman berikut]

1 COMMENT

  1. Jika Pindad saat itu melakukan reverse engineering terhadap VAB menjadi Anoa 6×6, kapan dilakukan reverse engineering terhadap anti-tank rocket launcher (LRAC F1, PF-98, RPG-7), ATGM (Javelin), MANPADS (Igla, Stinger, RBS-70), truk angkut personel, dll? Semoga kemandirian alutsista semakin meningkat.

Comments are closed.