Kisah Operasi Trikora: Pesawat Pak Harto Nyaris Ditembak Belanda!

0
7868

“Sampai di mana ini,” tanya Leo dan langsung dijawab Kapten Pratowo bahwa posisi Convair saat itu sedang berada di atas Pulau Seram. Leo tampak berpikir sejenak lalu memberikan perintah, “Alter course (segera belok) ke arah selatan Merauke.”

Kisah Operasi Trikora: Pesawat Pak Harto Nyaris Ditembak Belanda!
Kisah Operasi Trikora: Pesawat Pak Harto Nyaris Ditembak Belanda!

Setengah jam kemudian Kapten Pratowo diperintahkan terbang kembali menuju ujung Pulau Seram dan selanjutnya melaksanakan holding. Sambil menunggu proses pendaratan, para kru melakukan monitor terhadap stasiun komunikasi Lanud Pattimura melalui radio. Kapten Pratowo tiba-tiba mendengar orang berkomunikasi dalam Bahasa Belanda, dan karena tidak mengerti, hasil monitoring segera diserahkan kepada Komodor Leo.

BACA JUGA :  Pembangunan Kekuatan TNI AL Jaman Orde Baru, Armada Kaleng Kaleng?

Ketika memasang headset di kepalanya dan kemudian menyimak, Leo tampak terkejut karena suara berbahasa Belanda itu berasal dari pilot tempur Belanda yang akan menyergap Convair. Leo pun langsung memberikan perintah. “Return to base, ini berarti pesawat Belanda sedang dekat posisi kita. Cepat turun sampai kira-kira 1.000 kaki di atas highest obstacle,” teriak Leo dan langsung dilaksanakan oleh Kapten Prawoto.

Demi menghindari kejaran pesawat Belanda, Kapten Parwoto terus membawa Convair menukik hingga ketinggian 3.000 kaki. Berkat sinar bulan, pulau-pulau di abeam Pattimura mulai tampak jelas dan tak berapa lama kemudian, Convair sudah memasuki Celah Timur Ambon.

BACA JUGA :  Awak Kapal Perang Rusia Tembaki Pesawat Angkut Militer Ukraina

Pesawat Nyaris ditembak

Untuk persiapan pendaratan, Kapten Pratowo kemudian menghubungi menara kontrol Lanud Ambon dan mendapat berita bahwa dua C-130 Hercules sedang siap-siap take off. Convair lalu diperintahkan holding di dekat Pulau Buru pada ketinggian 3.000 kaki sampai semua trafik di Lanud Pattimura kosong.

Tepat pukul 02.30, Convair pun mendarat selamat di Lanud Pattimura dan para kru Convair segera bersiap untuk briefing. Sampai di depan pintu ruang briefing, Kapten Parwoto ditahan oleh Kolonel Saleh Basarah sambil berkata, “Sekarang sebaiknya istirahat dulu. Nanti jam 7 siap berangkat lagi ke Amahai. Pak Harto mau ke sana,” ujar Saleh Basarah dan langsung dijawab oleh Kapten Pratowo, “Siap Pak!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here