Kisah Operasi Trikora: Pesawat Pak Harto Nyaris Ditembak Belanda!

0
7868

Tiga orang kru sudah siap di kokpit, masing-masing Kapten Pratowo (pilot), kopilot Letnan Udara Muda (Cad) Udiyono dan flight engineer Serda Udara (Cad) Yusuf. Selain kru pesawat, turut pula sejumlah anggota AURI yang berada di kabin dan akan terbang hingga Lanud Pattimura. Sesuai rencana penerbangan, rute penerbangan yang akan ditempuh adalah Lanud Halim – Lanud Makasar (Ujung Pandang) – Lanud Pattimura.

Kisah Operasi Trikora: Pesawat Pak Harto Nyaris Ditembak Belanda!
Kisah Operasi Trikora: Pesawat Pak Harto Nyaris Ditembak Belanda!

Melakukan Penerbangan Rahasia

Penerbangan dari Halim menuju Makassar berlangsung lancar dan Convair melaksanakan pendaratan untuk pengisian bahan bakar. Selain itu para kru juga mendapat komplimen berupa sejumlah bungkusan makanan ringan, bungkusan nasi dan lauk pauk serta satu termos kopi panas. Karena mengejar waktu, jatah nasi untuk makan siang tidak mereka santap dan diputuskan untuk menyantapnya di udara.

BACA JUGA :  Rekaman Penembakan MiG-23 Libya oleh F-14 di Teluk Sidra

Sebelum terbang menuju Makassar, sejumlah anggota AURI kembali naik dari Lanud Makassar dan jumlahnya melebihi kapasitas kursi karena di ruang kabin hanya tersedia delapan kursi. Kapten Pratowo tidak mau ambil pusing dengan para penumpang yang tidak kebagian kursi. Mereka bisa duduk di lantai atau berdiri saja.

Setibanya di Lanud Pattimura, Kapten Pratowo langsung diarahkan ke ruangan briefing. Ternyata di sini telah berkumpul sejumlah pejabat penting AURI yang ditugaskan pada Komando Mandala Operasi Trikora yakni Komodor Leo Wattimena dan Kolonel Saleh Basarah. Dalam briefingnya Saleh Basarah menjelaskan bahwa pesawat Convair akan melaksanakan operasi rahasia dan terbang pada pukul 00.00 WIT menyusuri rute pantai utara pulau Seram lalu terus terbang menuju timur dan selanjutnya ganti arah ke selatan menuju Merauke.

BACA JUGA :  Operasi Haik, Campur Tangan CIA Dalam Pemberontakan PRRI dan Permesta

Jika penerbangan sudah sampai di atas Bula, Convair diharuskan menghubungi stasiun radar menggunakan saluran komunikasi rahasia yang sudah ditetapkan.

Misi operasi penerbangan rahasia itu akan memakan waktu tiga jam dan Convair diperkirakan tiba kembali ke Lanud Pattimura pada pukul 03.00 WIT dini hari. Sesudah Saleh Basarah memberikan briefing, berikutnya adalah briefing tentang cuaca yang diberikan oleh perwira berpangkat kapten. Cuaca diperkirakan akan hujan gerimis, diwarnai pergerakan awan pada ketinggain 10.000 kaki dan angin berhembus pada kecepatan 10-15 knot.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here