Monday, July 13, 2020
Home Militer Analisis Militer Kekuatan Militer China vs Taiwan, Siapa Yang Akan Menang?

Kekuatan Militer China vs Taiwan, Siapa Yang Akan Menang?

Kekuatan Militer China vs Taiwan, Siapa Yang Akan Menang? – HobbyMiliter.com. Ancaman agresi Cina terhadap Taiwan yang tak pernah surut mau tak mau membuat negara yang dianggap pembangkang oleh Cina itu terus bersiaga. Salah satu kesiagaan dan kekuatan militer yang terus dibangun Taiwan yang mempunyai nama resmi Republic of China ini adalah air power. Kekuatan udara Taiwan terus dibangun dalam menghadapi konflik China vs Taiwan ini.

J-20 dan J-16, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan
J-20 dan J-16, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan

Cina sendiri yang menglaim Taiwan sebagai salah satu propinsi yang memberontak, walau dalam sejarahnya, awalnya justru kemenangan pemberontakan Partai Komunis China lah yang membuat pemerintahan nasionali China mengungsi ke Taiwan dan menjadi pemerintahan Taiwan uang sekarang.

AIDC F-CK-1 Ching-Kuo, salah satu andalan AU Taiwan dalam konflik China vs Taiwan
AIDC F-CK-1 Ching-Kuo, salah satu andalan AU Taiwan dalam konflik China vs Taiwan

Beijing saat ini tak mau tanggung-tanggung dalam menggelar ancaman. Ratusan rudal jelajah dan balistik telah digelar di Beijing dan moncongnya diarahkan langsung ke Taiwan. Selain beberapa pertempuran yang sudah terjadi, saat ini China sering memamerkan taringnya dalam bentuk latihan militer. Untuk melawan China dalam perseteruan China vs Taiwan ini, Taiwan pun tak tinggal diam. Selain menyiapkan rudal darat ke darat yang diarahkan ke China, rudal pertahanan udara Patriot yang dibeli dari AS pun telah digelar.

Bomber H-6K, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan
Bomber H-6K, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan

Pesawat-pesawat tempur canggih yang sudah dilengkapi berbagai jenis rudal juga sudah disiagakan. Tak hanya pesawat tempur yang kebanyakan dibeli dari AS, seperti 144 F-16 (sedang proses upgrade menjadi F-16V) dan 46 Mirage 2000-5 yang dibeli dari Prancis, pesawat buatan sendiri yang diharapkan kemampuannya mirip F-16 pun sudah diproduksi Taiwan, yakni Ching-Kuo IDF (Indigenous Defensive Fighter) selain masih memelihara fighter jadul seperti F-5 Tiger II.

F-16, salah satu andalan AU Taiwan dalam konflik China vs Taiwan
F-16, salah satu andalan AU Taiwan dalam konflik China vs Taiwan

Produksi pesawat Ching-Kuo IDF yang merupakan turunan F-16 sengaja dirancang agar mampu bermanuver tinggi dan disiapkan untuk mencegat pesawat dan kapal perang Cina. Total produk Ching-Kuo yang diharapkan mencapai 100++ pesawat dan menjadi pelengkap bagi kekuatan udara yang telah digelar.

BACA JUGA :  AS Setujui Penjualan Rudal Anti Radiasi AGM-88E AARGM Ke Jerman

Senjata yang menjadi andalan Ching-Kuo IDF mempunyai kualitas tak jauh beda dibanding senjata yang terpasang di F-16. Khusus untuk persenjataan jenis rudal, jet tempur Ching-Kuo dilengkapi rudal air to air buatan sendiri, AAM Tien Chien I (Sky Sword I) dan AAM Tien Chien II (Sky Sword II).

Fighter Bomber JH-7, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan
Fighter Bomber JH-7, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan

Sky Sword I jika dibandingkan dengan kemampuan rudal-rudal made in AS, bisa disamakan dengan rudal jenis AA sekelas Sidewinder. Sedangkan Sky Sword II mempunyai kemampuan sekelas rudal Sparrow. Selain itu, rudal antikapal perang juga sudah bisa dicipta sendiri oleh Taiwan dan merupakan salah satu senjata andalan jet tempur Ching-Kuo, yaitu Hsiung Feng I dan II.

Mirage 2000-5, salah satu andalan AU Taiwan dalam konflik China vs Taiwan
Mirage 2000-5, salah satu andalan AU Taiwan dalam konflik China vs Taiwan

Rudal Hsiung Feng II yang merupakan rudal generasi terkini kemampuannya bahkan setara dengan rudal buatan AS, Harpoon. Hsiung Feng II memiliki ukuran panjang 4,6 m, berat 685 kg dan mampu melesat sejauh 80 km. Rudal yang digerakkan motor turbo jet ini dilengkapi pemandu sinar infra merah untuk menghantam sasarannya. Hsiung Feng II telah sukses diuji coba sejak tahun 1996.

Pesawat serang Q-5 Fantan, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan
Pesawat serang Q-5 Fantan, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan

Jika perang antara Cina dan Taiwan benar-benar terjadi, tahap awal dari pertempuran bisa dipastikan akan dimulai dengan serbuan rudal, pesawat tempur, kapal perang. Hujan rudal balistik yang diluncurkan dari Beijing sesuai strategi pertahanannya akan dicoba ditangkis oleh Taiwan menggunakan rudal yang sudah dipasok oleh AS, Patriot dan iHawk.

Selain rudal penangkis Patriot, Taiwan ternyata juga memproduksi sendiri rudal sejenis, yakni Tien Kung. Rudal suface to air yang menghantam sasarannya dengan panduan radar itu mampu melesat sejauh 50 km. Produksi besar-besaran Tien Kung dimulai sejak 1988. Rudal yang dikenal sangat akurat ini berbobot 915 kg dan panjangnya 5,3 m.

Untuk meningkatkan kemampuan, rudal Tien Kung II yang merupakan generasi lebih ampuh juga sudah diproduksi. Rudal berbobot 1.115 kg dan panjang 8,1 m ini mampu menghantam sasaran sejauh 80 km. Namun, masih ada lagi rudal paling dahsyat yang dimiliki Taiwan, yaitu Ching Feng. Rudal yang cenderung dirahasiakan oleh Taiwan ini mampu melesat sejauh 130 km dan kepala rudalnya bisa dipasang nuklir, walaupun hingga sekarang Taiwan masih tidak punya hulu ledak nuklir.

BACA JUGA :  Foto Foto Rudal Buk-2E, Sistem Hanud Ampuh Buatan Russia

J-10C, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan
J-10C, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan

Ketika kemampuan Tien Kung akan ditingkatan hingga 1.000 km, AS sempat melakukan tekanan terhadap Taiwan karena produksi rudal jenis Tien Kung II akan membuat Taiwan makin berambisi untuk memproduksi nuklir, dan bisa menyebabkan China melakukan serangan pre-emtive.

Patriot akan menberikan sambutan meriah untuk serangan China dalam konflik China vs Taiwan
Patriot akan menberikan sambutan meriah untuk serangan China dalam konflik China vs Taiwan

Perang udara dipastikan akan lebih seru ketika pesawat-pesawat tempur Cina mulai memasuki wilayah udara Taiwan. Ratusan F-16 dan Mirage 2000-5 serta Ching-Kuo yang dimiliki Taiwan akan menjadi penghalang yang sulit ditembus. Dog fight antara kedua negara menggunakan rudal yang dimiliki pasti sangat seru. Dilihat dari persiapan yang sudah dilakukan Taiwan, bentrok menggunakan kekuatan udara khususnya rudal tampaknya memang menjadi pilihan paling baik bagi Taiwan.

J-8, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan
J-8, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan

Hingga saat ini program pembuatan rudal bahkan makin menjadi jadi. Rupanya Taiwan tak mau hanya dalam posisi defensif atau bertahan saja. Rudal yang mampu menjangkau daratan Cina pun diproduksi, yakni Yun Feng dan Sky Horse yang mampu melesat sejauh lebih dari 300 km. Namun kabarnya, pengembangan senjata ofensif ini ditutup atas desakan Amerika.

Rudal Sky Bow akan menberikan sambutan meriah untuk serangan China dalam konflik China vs Taiwan
Rudal Sky Bow akan menberikan sambutan meriah untuk serangan China dalam konflik China vs Taiwan

Konflik yang melibatkan dua Cina itu, sebenarnya sudah tercetus sejak pasca PD II, terutama ketika Perang Dingin antara Blok Timur dan Blok Barat makin memanas. Pemberontak Komunis berhasil menang melawan pemerintahan China Nasionalis sehingga Pemerintahan China nasionalis harus mengungsi ke Taiwan. AU China (People Liberation Army AirForce/PLAAF) dan AU Taiwan (China Nationalist Air Force/CNAF) sudah sering terlibat bentrokan udara di atas Selat Taiwan, terutama pada saat Krisis Quemoy bergolak.

BACA JUGA :  SS2-V7: Senapan Subsonic Buatan Pindad

Pesawat yang terlibat bentrok dan sebenarnya lebih mencerminkan permusuhan antara Blok Timur dan Barat. Saat itu PLAAF menggunakan pesawat buatan Rusia seperti MiG-15 dan MiG-17 sedangkan Taiwan menggunakan pesawat Amerika Serikat, F-86 dan RF-84.

J-16, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan
J-16, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan

Dalam bentrok udara yang terjadi pada 1958, sejumlah pesawat dari kedua belah pihak rontok atau rusak akibat hantaman rudal. Jenis rudal yang saat itu populer dan menjadi andalan F-86 adalah AIM-9B Sidewinder.

Mirage 2000-5, salah satu andalan AU Taiwan dalam konflik China vs Taiwan
Mirage 2000-5, salah satu andalan AU Taiwan dalam konflik China vs Taiwan

Duel udara antara MiG-17 PLAAF China dan F-86 CNAF Taiwan pada awal pertempuran cenderung sering dimenangkan oleh pilot-pilot CNAF. Misalnya pada pertempuran udara yang berlangsung pada tanggal 29 Juli 1958, CNAF mengklaim hanya kehilangan dua F-84 G namun berhasil merontokkan sejumlah MiG. Dalampertempuran di Selat Taiwan yang kemudian melibatkan Armada Ketujuh AS, jumlah F-86 yang dikerahkan Taiwan sebanyak 48 sementara MiG yang dikerahkan PLAAF 68 pesawat.

Pesawat serang Q-5 Fantan, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan
Pesawat serang Q-5 Fantan, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan

Namun pada konflik yang berkobar hingga sepanjang 1958 itu, pesawat-pesawat tempur yang dikerahkan oleh dua Cina yang saling berseteru jumlahnya mencapai ratusan. Hingga perang berakhir, kedua belah pihak saling mengklaim jumlah pesawat musuh yang berhasil dirontokkan.

F-16, salah satu andalan AU Taiwan dalam konflik China vs Taiwan
F-16, salah satu andalan AU Taiwan dalam konflik China vs Taiwan

PLAAF mengklaim berhasil menembak jatuh 14 pesawat tempur CNAF sedangkan CNAF mengklaim sukses merontokkan 32 pesawat tempur PLAAF. Keunggulan CNAF cukup masuk akal karena pilot-pilotnya lebih terlatih dibanding pilot-pilot PLAAF. Yang jelas jika perang udara itu terulang lagi pada saat ini dog fight yang berlangsung pasti sangat seru dan makan banyak korban mengingat pesawat tempur dan senjata yang digunakan sangat canggih.

J-20 dan J-16, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan
J-20 dan J-16, salah satu andalan PLAAF dalam konflik China vs Taiwan

Dalam konflik China vs Taiwan ini diatas kertas, kekuatan China masih lebih unggul, namun jika memaksakan diri, bisa jadi China akan berdarah darah sebelum akhirnya bisa mengalahkan Taiwan. Itupun jika pemain lain tidak masuk gelanggang, mengingat Amerika dan beberapa negara lain memiliki kepentingan di Taiwan.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Foto Foto Langka Gelar Kekuatan Kapal Perang ALRI Jaman Dulu

Foto Foto Langka Kekuatan Kapal Perang ALRI Jaman Dulu - HobbyMiliter.com. Di era tahun 1960-an, dalam rangka persiapan perang Trikora, pemerintah Indonesia melakukan pembelian...

Kekuatan Militer China vs Taiwan, Siapa Yang Akan Menang?

Kekuatan Militer China vs Taiwan, Siapa Yang Akan Menang? - HobbyMiliter.com. Ancaman agresi Cina terhadap Taiwan yang tak pernah surut mau tak mau membuat...

Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat

Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat - HobbyMiliter.com. Sebagai pewaris utama dari negara Uni Soviet yang sudah bubar, Rusia memperoleh...

Shenyang J-11, Copy Tidak Resmi Su-27SK Flanker dari China

Shenyang J-11, Copy Tidak Resmi Su-27SK Flanker dari China - HobbyMiliter.com. Shenyang J-11 lahir pada tahun 1998, ketika China memperoleh lisensi perakitan 200 Su-27SK...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua