Kisah Hidup John Lie, Pahlawan Angkatan Laut Indonesia
Kisah Hidup John Lie, Pahlawan Angkatan Laut Indonesia

Kisah Hidup John Lie, Pahlawan Angkatan Laut Indonesia – HobbyMiliter.com. Dengan Alkitab di tangan kiri dan kemudi di tangan kanan, menembus blokade Belanda. Hal itulah yang ditulis majalah Life untuk menggambarkan John Lie yang bernama asli Lie Tjeng Tjoan ini. Petualangan John Lie yang sering kali berhasil menembus blokade laut Belanda hingga membuatnya nyaris tewas. Namun berkat keberaniannya, beragam senjata berhasil dimasukkan untuk membantu perjuangan.

Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, secara spontan pemuda-pemudi Indonesia serempak membentuk badan-badan perjuangan. Badan Keamanan Rakyat Bagian Laut (BKR-Laut) didirikan oleh para pejuang bahari tanggal 10 September 1945. Sementara itu, gaung kemerdekaan Indonesia terus dikumandangkan ke seluruh pelosok negeri bahkan hingga ke luar negeri. Berita proklamasi kemerdekaan tersebut akhirnya terdengar oleh pelaut-pelaut Maskapai Pelayaran Hindia Belanda (KPM/Koninklijke Paketvaart Maatschappij) yang tengah berada di Basis AL Inggris di Khoramshar, Iran, yang sedang ditugaskan sebagai bagian dari Armada Logistik Sekutu.

Baca juga :   Foto Latihan VBSS

Seorang ABK MV Tosari, salah satu kapal KPM yang dimobilisasi Sekutu dan berada di Iran bernama John Lie. John Lie mendengar berita tersebut melalui siaran radio yang disiarkan oleh All Indian Radio (stasiun radio milik tokoh nasionalis India Jawaharlal Nehru). Saat itu, John Lie, pria kelahiran Manado 9 Maret 1911, putra kedua dari delapan bersaudara pasangan Lie Kae Tae – Oei Tjeng Nie Nio, bertugas sebagai Stuurman Kleinevaart (setingkat asisten jurumudi kapal) di MV Tosari.

Baca juga :   Surefire High Capacity Magazine - Magasen Gambot Andalan Kopaska
KRI John Lie 358
KRI John Lie 358

Sebelumnya, MV Tosari merupakan kapal sipil KPM yang berpangkalan di Pelabuhan Cilacap. Namun ketika pecah Perang Pasifik (1941-1945) seluruh kapal KPM diinstruksikan untuk meninggalkan Hindia Belanda menuju India, Ceylon atau Australia, karena bala tentara Jepang telah akan segera mendarat di Pulau Jawa (Pusat Pemerintahan Hindia Belanda). Oleh sebab itu, MV Tosari segera dilarikan ke Iran dan dimobilisir sebagai salah satu kapal angkut logistik Armada Sekutu.

Baca juga :   Pasukan Denjaka TNI AL, Pasukan Elit Indonesia yang Misterius

Berita tersebut menggugah jiwa nasionalisme John Lie dan beberapa rekannya, sehingga berencana mencari cara bagaimana kembali ke Indonesia. Harapan dan doa mereka terkabul, karena kemudian ada instruksi bahwa seluruh pelaut yang berasal Hindia Belanda akan dikembalikan ke Indonesia karena perang sudah berakhir. (Klik dibawah untuk ke halaman berikutnya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here