Sunday, July 12, 2020
Home Alutsista Pesawat Tempur MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa

MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa

HobbyMiliter.com – MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa.  Berbicara tentang pesawat jet tempur, apa yang terlintas di pikiran anda semua? F-16, Su-35, F-22, atau Su-57? Nah, memang begitu banyak jenis dan tipe pesawat jet tempur dari berbagai pabrikan di belahan dunia. Namun kali ini penulis akan mencoba menghadirkan kepada anda, para pembaca yang budiman, sebuah tipe pesawat jet tempur yang telah digunakan dalam berbagai operasi militer perang di berbagai wilayah konflik di penjuru bumi. Jet tempur yang dikembangkan pada era Perang Dingin tersebut telah mampu membuktikan kehandalan dan ketangguhannya di medan konflik di berbagai era.

Kali ini, HobbyMiliter.com akan menghadirkan kepada anda sekalian, para pembaca yang budiman, sebuah ulasan singkat tentang MiG-21, sang Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa.

MiG 21 Jet Tempur Sepanjang Masa 8
MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa. Foto 3 Sudut Pandang Prototype Ye-6/3 Yang Nantinya Menjadi Acuan Produksi Massal MiG-21F.
Sumber : koleksi pribadi HobbyMiliter

Sejarah Pesawat Tempur MiG-21

Sejarah MiG-21 sebagai sebuah pesawat tempur dimulai pada medio 1950-an, dimana biro desain Mikoyan OKB menyelesaikan studi awal untuk desain prototype yang diberi kode Ye-1. Desain prototype Ye-1 yang selesai dibuat pada tahun 1954 kemudian dengan cepat dikerjakan kembali (re-design) ketika para perancangnya mengetahui bahwa mesin yang disiapkan untuk pesawat ini ternyata tidak mampu memberikan daya yang maksimal sesuai harapan para perancangnya di biro desain Mikoyan OKB. Istilahnya, mesin yang telah disiapkan underpowered.

Prototype kedua, diberi kode Ye-2, melaksanakan penerbangan perdana nya pada 14 Februari tahun 1955. Meski sudah berhasil melaksanakan penerbangan perdana, rupanya biro desain Mikoyan OKB tidak berhenti pada prototype Ye-2 saja. Sebuah prototype baru dikembangkan dan diberi nama designasi Ye-4. Perbedaan mendasar dari dua prototype ini ada pada jenis sayap yang digunakan serta tipe mesin yang digunakan.

Ye-2 didesain untuk menggunakan mesin Mikulin/Tumanskiy AM-11 dan menggunakan sayap jenis tapered swept wing. Sementara itu, prototype Ye-4 didesain untuk menggunakan mesin Mikulin/Tumanskiy AM-9B dan menggunakan sayap jenis delta wing.

Prototype Ye-4 kemudian dikembangkan menjadi beberapa prototype lagi yakni prototype Ye-5 dan Ye-6. Prototype Ye-6 kemudian kembali dikembangkan menjadi beberapa versi, diantaranya yakni Ye-6/1 ; Ye-6/2 ; dan Ye-6/3. Prototype Ye-6/3 inilah yang kemudian menjadi versi awal produksi massal pesawat jet tempur Mikoyan Gurevich MiG-21F. Versi awal produksi massal jet tempur MiG-21F ditenagai oleh mesin Tumanskiy RD-11 F-300 yang merupakan penyempurnan dari mesin Mikulin AM-11.

MiG 21 Jet Tempur Sepanjang Masa 9
MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa. MiG-21F, Varian Awal Produksi Massal MiG-21, Perhatikan Bahwa Pada Varian Awal, Senjata Yang Digunakan Adalah Kanon Internal Kaliber 30 Dan 23 Milimeter.
Sumber : airwar

Penerbangan perdana prototype Ye-6/3 dilaksanakan pada bulan Desember 1958. Setelah melakukan serangkaian tes terbang, prototype Ye-6/3 kemudian berhasil mencetak dua rekor dunia. Rekor pertama, dibuat oleh pilot uji terbang G.K Mosolov pada tanggal 31 Oktober 1959 dengan menjadikan Ye-6/3 sebagai pesawat tercepat pertama yang terbang dengan kecepatan maksimal pada lintasan lurus sejauh 25 kilometer dengan kecepatan 2.504 kilometer per jam atau setara 2,2 kali kecepatan suara (Mach 2,2).

Rekor kedua, dibuat oleh pilot uji terbang K.K Kokkinaki pada tanggal 16 September 1960 dimana Ye-6/3 berhasil melakukan terbang pada lintasan closed-circuit 100 kilometer dengan kecepatan maksimal 2.499 kilometer per jam atau setara 2,2 kali kecepatan suara (Mach 2,2). Menariknya, kedua rekor ini didaftarkan pada Federation Aeronautique Internationale (FAI) yang merupakan lembaga khusus yang mengatur dan mengarsipkan segala aktivitas serta rekor aeronautika di dunia, dengan menggunakan identitas palsu. Pesawat Ye-6/3 yang tercatat membuat dua rekor tersebut oleh Uni Soviet disamarkan identitasnya dengan kode designasi Ye-66.

BACA JUGA :  USS Mason Tembakkan Perangkat Anti Rudal Di Laut Merah

Penampilan perdana Mikoyan Gurevich MiG-21 dihadapan publik internasional sebagai sebuah jet tempur dilakukan pada tahun 1959 hingga 1960 dimana MiG-21F mulai menampakkan dirinya pada ajang eksibisi aviasi Tushino Air Display yang dilakukan di Tushino airfield, Moskow sebagai sebuah pesawat tempur milik VVS alias Angkatan Udara Uni Soviet (penampilan – penampilan tahun sebelumnya menampilkan prototype dari MiG-21 dengan desain tapered swept wing – Ye-2 dan desain delta wing – Ye-4).

MiG-21 F merupakan varian awal yang masuk ke lini produksi massal dan mulai diperkenalkan ke dalam jajaran AU Uni Soviet (Voyenno-Vozdushnye Sily atau bisa disingkat VVS). MiG-21 F versi awal mulai berdinas di AU Uni Soviet pada medio tahun 1959.

Oleh pihak NATO, pesawat jet tempur ini kemudian diberi kode nama “Fishbed”. Sebagian pilot penerbang di AU Uni Soviet memberi julukan “Balalaika” kepada MiG-21. Ini karena bentuk sayapnya yang menggunakan delta wing dengan badan pesawat cenderung meruncing kecil nampak mirip dengan Balalaika, alat musik tradisional khas Russia.

MiG 21 Jet Tempur Sepanjang Masa 6

MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa. MiG-21 Milik VPAF / AU Vietnam Utara Yang Berhasil Menembak Jatuh 13 Pesawat Amerika Pada Perang Vietnam.
Sumber : wikipedia

MiG-21, Selalu Tampil Di Medan Laga

MiG-21 yang didesain untuk menjadi sebuah jet tempur yang “murah, cepat diproduksi, dapat segera digantikan jumlahnya ketika ada yang jatuh” segera menjadi arsenal utama VVS (AU Uni Soviet) dalam Perang Dingin. Selain menjadi salah satu momok pada masa Perang Dingin, MiG-21 juga ikut tampil dalam berbagai medan laga konflik di muka bumi.

Hampir seluruh medan laga telah didatangi oleh MiG-21. Mulai dari dinginnya Eropa pada Perang Dingin, iklim tropis Asia pada berbagai konflik mulai dari operasi Trikora di Indonesia pada tahun 1962, perang Vietnam (MiG-21 masuk AU Vietnam Utara pada tahun 1966), perang India-Pakistan 1971, hingga kering dan tandusnya wilayah Timur Tengah dan Afrika pada konflik timur tengah yang melibatkan Israel dan negara-negara jazirah Arab, serta konflik-konflik yang terjadi pada sesama negara – negara jazirah Arab (Perang Libya vs Mesir pada 1977, Perang Iran – Iraq pada medio 1980an, Perang Sipil Libya 1 dan 2).

MiG-21 merepresentasikan apa yang oleh penulis disebut sebagai sebuah “Jet Tempur Sepanjang Masa”. Didesain sejak era tahun 1950-an, beberapa negara tercatat masih efektif menggunakan MiG-21 sebagai penempur untuk misi-misi intersepsi terbatas, serang darat, hingga patroli perbatasan.

MiG 21 Jet Tempur Sepanjang Masa 10
MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa. MiG-21F-13, Varian Interseptor MiG-21 Yang Dipersenjatai Rudal Udara Ke Udara K-13 Atoll, Atoll Merupakan Reverse Engineering Dari AIM-9 Sidewinder. Dalam Foto Terlihat Rudal Atoll Dipasang Pada Pylon Dibawah Sayap Pesawat.
Sumber : airwar

Varian MiG-21

Secara umum, MiG-21 memiliki banyak varian yang memiliki keistimewaan nya masing-masing. Beberapa varian MiG-21 yang diketahui oleh penulis yakni sebagai berikut :

MiG-21F

MiG-21F merupakan versi produksi massal tahap awal yang mulai diproduksi pada tahun 1959. Huruf “F” pada MiG-21F merupakan kependekan dari “Forsirovannyy” yang berarti “Peningkatan” dalam Bahasa Indonesia. Unit-unit pertama dari varian ini dipersenjatai dengan satu unit meriam internal NR-30 kaliber 30 milimeter dan dua unit meriam internal NR-23 kaliber 23 milimeter.

BACA JUGA :  Senator AS Kecam Pentagon Atas Pembelian Villa Afghanistan Senilai 150 Juta Dollar

Unit-unit MiG-21F yang diproduksi di kemudian hari diubah persenjataan internal nya dengan hanya menggunakan dua unit meriam internal NR-30 yang masing-masing membawa 60 butir peluru. Selain dipersenjatai dengan kanon-kanon internal, MiG-21F juga dilengkapi dua unit pylon yang memungkinkan pesawat ini membawa dua unit bom untuk misi serang darat.

MiG-21P-13

MiG-21P-13 adalah versi produksi massal MiG-21 yang didesain sebagai pesawat tempur buru sergap atau interceptor. Abjad “P” pada MiG-21P-13 merupakan singkatan dari “Perekvatchik” yang berarti interseptor. Dimana angka “13” dalam MiG-21P-13 berarti bahwa pesawat tempur ini memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal udara-ke-udara jarak pendek K-13 Vympel alias “Atoll” yang merupakan versi reverse engineering dari rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder milik AS.

MiG-21F-13

MiG-21F-13 merupakan versi produksi massal MiG-21F yang dikembangkan dengan kemampuan tambahan untuk mampu menembakkan rudal udara-ke-udara jarak pendek K-13 Vympel atau “Atoll”. Tidak seperti MiG-21F yang memiliki dua hingga tiga unit kanon internal, MiG-21F-13 hanya memiliki satu unit kanon internal NR-30 kaliber 30 milimeter yang terpasang pada sisi samping pesawat dengan hanya membawa 60 butir peluru.

Namun demikian, MiG-21F-13 memiliki peningkatan kemampuan persenjataan dibandingkan sang pendahulu, MiG-21F. MiG-21F-13 mampu membawa dan menembakkan dua unit rudal udara-ke-udara jarak pendek K-13 Vympel alias “Atoll” yang merupakan versi reverse engineering dari rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder milik AS.

Selain dapat membawa kanon internal serta rudal udara-ke-udara jarak pendek, MiG-21F-13 juga mampu melaksanakan misi serang darat. Ini ditunjukkan dengan kemampuannya untuk membawa dan meluncurkan roket tanpa kendali (unguided rocket), dan kemampuan untuk membawa bom FAB-100, FAB-250, serta bom FAB-500. Terakhir, MiG-21F-13 juga dapat digunakan untuk membawa dan meluncurkan bom napalm ZB-360.

MiG 21 Jet Tempur Sepanjang Masa 11
MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa. Chengdu J-7 Merupakan Varian MiG-21 Yang Diproduksi Secara Lisensi Oleh China.
Sumber : airwar

Chengdu J-7 / F-7

Chengdu J-7 / F-7 merupakan varian MiG-21F-13 yang diproduksi oleh China secara lisensi produksi. China memasarkan F-7 sebagai varian ekspor dimana J-7 digunakan khusus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Angkatan Bersenjata China. Tercatat sebanyak 2.400 unit pesawat telah diproduksi China untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor ke berbagai negara. Produksi J-7 / F-7 berlangsung mulai tahun 1966 hingga 2013.

MiG-21PF

MiG-21PF sejatinya adalah pengembangan dari MiG-21P-13. PF sendiri merupakan singkatan dalam Bahasa Rusia yang berarti P = “Perekvatchik” atau interseptor, dan F = “Forsirovannyy” atau peningkatan.

Fitur utama pada varian ini adalah kemampuan untuk bertempur di segala cuaca atau all-weather interceptor. Kelebihan lain dari varian ini adalah kemampuan untuk membawa dan meluncurkan rudal udara-ke-udara jarak pendek K-5 alias AA-1 “Alkali” disamping kemampuan membawa dan meluncurkan rudal K-13 “Atoll”.

MiG-21M dan MiG-21FL

MiG-21M dan MiG-21FL merupakan varian jet tempur MiG-21 yang diproduksi secara lisensi produksi oleh Hindustan Aeronautics Limited atau disingkat HAL, yang merupakan perusahaan industri pertahanan asal India. Tercatat sebanyak 657 unit pesawat berhasil dibangun oleh India sebagai bagian dari perjanjian kerjasama transfer teknologi antara pemerintah India dengan pemerintah Rusia.

BACA JUGA :  Indo Defence 2016 : PT Pindad Luncurkan MRAP Sanca

MiG 21 Jet Tempur Sepanjang Masa 3
MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa. Sebuah MiG-21F-13 Milik AURI. Indonesia Membeli 22 Unit MiG-21 Dari Uni Soviet Pada Masa Operasi Trikora.
Sumber : sejarahperang

Sejarah MiG-21 Di Indonesia

Angkatan Udara Republik Indonesia membeli sebanyak 22 pesawat MiG-21 dari Uni Soviet. 22 Unit pesawat tersebut terbagi kedalam rincian 20 unit MiG-21F-13 dan 2 unit MiG-21U-400. Rencananya, Indonesia akan menggunakan pesawat jet tempur ini sebagai kekuatan utama untuk menghadapi penempur Belanda dalam operasi Trikora saat Indonesia berupaya merebut Papua Barat dari tangan Belanda. MiG-21 ini disiagakan bersama dengan kekuatan MiG-17 dan MiG-19 AURI yang sudah lebih dahulu datang dan dikerahkan dalam operasi Trikora tersebut.

Sayangnya, konflik Trikora berujung pada penyerahan kedaulatan atas Papua Barat kepada Indonesia. Armada militer Belanda yang kala itu sudah bercokol di Papua lengkap dengan kapal induk Karel Doorman, ditarik pulang ke negerinya nun jauh disana. MiG-21 tidak jadi berperang, dan kembali bertugas mengawal NKRI pada konflik Dwikora, Konfrontasi Militer Indonesia dengan Malaysia yang akhirnya hanya berbuah kontak tembak dan penyusupan sukarelawan di perbatasan Kalimantan Utara dengan Sabah dan Serawak.

Kiprah MiG-21 yang begitu singkat selama berdinas di AURI diperparah dengan terjadinya G-30S PKI dimana sentiment anti-komunis akhirnya menguat dan memaksa Uni Soviet memberlakukan embargo militer dan penghentian supplai suku cadang bagi Alutsista yang tadinya sudah dibeli Indonesia.

Dihentikannya pasokan suku cadang ditambah dengan ditariknya orang – orang Soviet (teknisi ahli yang tadinya membantu Indonesia mengoperasikan dan merawat Alutsista canggih buatan Uni Soviet yang dibeli dan atau dihibahkan ke Indonesia,red) kembali ke negara asalnya praktis melumpuhkan unsur-unsur kekuatan AURI, termasuk Skuadron MiG-21F-13 dan MiG-21U-400 yang dimiliki Indonesia.

Akhir kisah sang penempur sepanjang masa di Indonesia justru menyakitkan bagi sebagian orang. Sebanyak 13 unit MiG-21F-13 dan 1 unit MiG-21U-400 diserahkan kepada Amerika Serikat dan ditukar dengan pesawat jet latih T-33, dan helikopter UH-34D yang kesemuanya merupakan buatan Amerika Serikat.

MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa
MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa. MiG-21 Milik Angkatan Udara India. India Berencana Untuk Mempensiunkan Armada MiG-21 Terakhir Yang Dimilikinya.
Sumber : wikipedia

MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa

MiG-21 oleh penulis disebut sebagai pesawat jet tempur sepanjang masa karena telah berhasil membuktikan kehandalannya bertahan untuk tetap berdinas di berbagai Angkatan Udara di berbagai negara, serta melewati berbagai masa konflik bahkan turut terlibat didalamnya. Tak diragukan lagi, MiG-21 telah berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah pesawat tempur yang tidak lekang termakan zaman.

Beberapa negara masih aktif menggunakan pesawat tempur ini, diantaranya yakni :

Angola
Azerbaijan
Kroasia
Kuba
Mesir
India
Libya
Mali
Mozambik
Korea Utara
Serbia
Sudan
Suriah
Uganda
Yaman
Zambia
China (J-7/F-7)
Pakistan (J-7/F-7)
Bangladesh (J-7/F-7)
Nigeria (J-7/F-7)

*Note : Apabila ada kesalahan dalam data, mohon pembaca yang mengetahui data yang lebih up-to date untuk menghubungi penulis dengan menuliskan komentar di kolom komentar.

Tidak banyak pesawat militer yang dapat mencapai usia pakai hingga 50 tahun. Namun, MiG-21 adalah satu-satunya pesawat jet tempur yang mampu mencapai usia pakai hingga 60 tahun. Mulai terbang pada tahun 1959, hingga per tahun 2019 masih ada negara yang aktif menggunakan pesawat tempur ini, tak dapat dipungkiri, MiG-21 sukses menjadi sang Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat

Daftar Rudal Balistik Rusia, Dari Rudal Scud Sampai Rudal Sarmat - HobbyMiliter.com. Sebagai pewaris utama dari negara Uni Soviet yang sudah bubar, Rusia memperoleh...

Shenyang J-11, Copy Tidak Resmi Su-27SK Flanker dari China

Shenyang J-11, Copy Tidak Resmi Su-27SK Flanker dari China - HobbyMiliter.com. Shenyang J-11 lahir pada tahun 1998, ketika China memperoleh lisensi perakitan 200 Su-27SK...

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring?

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring? - HobbyMiliter.com. Thrust vectoring atau disebut juga Thrust Vector Control (TVC) adalah suatu kemampuan dari pesawat terbang, roket...

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua