Monday, November 23, 2020
Home Militer Alutsista Cakra Baskara, Sistahanud jarak pendek Soviet

Cakra Baskara, Sistahanud jarak pendek Soviet

Cakra Baskara
Sistahanud Cakra Baskara

Mengenal  Cakra Baskara Sistahanud jarak pendek Soviet-Hobbymiliter.com. Sebelum pandemi COVID menyerang. Indonesia termasuk getol menyelenggarakan pameran bertema pertahanan dengan Indodefence yang paling populer.  Selain pameran alutsista, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai brosur dan informasi dari pelapak alutsista disana yang dengan senang hati membeber info barang dagangannya.

Salah satu peserta daripada Indodefence ini, utamanya Indodefence 2018 adalah Tetraedr. perusahaan Belarus ini bergerak di lini pertahanan dengan fokus pertahanan udara. Salah satu produk yang ditawarkan, dan membuat penulis tertegun adalah suatu sistahanud dengan nama “Cakra Baskara”.

Cakra Baskara ini jelas merupakan salah satu turunan daripada Sa-8 “Gecko” atau 9K33 “Osa” yang tentu membuat penulis merasa tergelitik untuk kembali membuka masa lalu, melihat awal mula sistem ini. Untuk tujuan ini marilah kita membuka mesin waktu dan kembali ke tahun 1959.

Dari Ellipse ke Osa

Awal dari sistahanud ini adalah pada 1959 seiring dengan dikeluarkannya dekrit komite dewan kementrian Uni Soviet. Dekrit ini memuat kewajiban pengembangan sebuah sistem hanud jarak pendek dengan kriteria :

  • Daya jangkau 8 km
  • Sistem ini harus mampu menembak jatuh sasaran dengan kecepatan Mach 1
  • Sistem harus dapat menembak sasaran dalam kondisi bergerak, dan dapat digunakan untuk angkatan laut/kapal
  • Kendaraan peluncur/pengangkut rudal harus bersifat amfibi

Awalnya sistem ini disebut dengan nama kode ELLIPSE. Direncanakan bahwa sistem ini akan melindungi divisi bermotor tentara Soviet. Sementara untuk divisi tank akan diemban oleh 2K12 Kub (SA-6 Gainful), untuk level angkatan darat akan diemban oleh Krug (SA-4 Ganef).

Pengembangan daripada prekusor Osa ini dilakukan oleh NII-20 yang nanti berubah menjadi NIEMI lalu nantinya Antey. Dikepalai oleh MM Kosichkin.  Rudal yang digunakan dikembangkan oleh biro desain Fakel dan diberi designasi 9M33

Purwarupa daripada SA-8 ini awalnya seperti pada illustrasi dibawah, dengan paket radar dan rudal pada kubah yang terpisah. Kendaraan/sasis yang digunakan adalah Ob-1040

Ob-1040 tanpa dudkan rudal dan radar
sasis Ob-1040

Ob-1040
Ob-1040 “Ellipse” prekusor daripada Osa dan Cakra baskara

Uji coba daripada sistem Ellipse dilakukan pada tahun 1967. Namun demikian hasil pengujian dianggap tidak memuaskan karena faktor-faktor berikut :

  • Sistem rudal tidak dapat menembak sasaran yang terbang dibawah 100m
  • Tidak dapat menembak 360 derajat karena keterbatasan lapang pandang
  • Tidak dapat menembak sasaran yang muncul dari cakrawala dengan cepat
  • Kendaraan tidak memiliki gaya apung yang baik
BACA JUGA :  Tiongkok Kembangkan Sistem Ketapel CATOBAR Pada Kapal Pengangkut Pesawatnya

Dikarenakan keterbatasan ini akhirnya kepala pengembangan Ellipse diganti, dari semua MM Kosichkin ke V.P Efremov. Beliau merupakan perancang daripada sistahanud Krug (SA-4 Ganef).

V.P Efremov kemudian mengusulkan beberapa perubahan diantaranya :

  • Penghapusan kemampuan menembak sambil bergerak
  • Penambahan kanal tembakan rudal, dengan demikian satu kendaraan bisa memandu 2 rudal
  • Perubahan sasis kendaraan dari Ob-1040 ke BAZ 5937 untuk menambah daya apung dan muat kendaraan.
  • Penambahan cakupan dengan menyatukan Radar dan peluncur rudal dalam 1 pedestal yang lebih besar.

Perubahan-perubahan diatas bukannya tanpa masalah, aksi debat dan protes tetap terjadi, namun akhirnya proposal VP.Efremov diterima dan menghasilkan varian pertama daripada SA-8.

Varian pertama OSA
Osa dengan sasis baru BAZ 5937

Uji coba sistem ini akhirnya berhasil pada 4 Oktober 1971, dan diputuskan untuk masuk tugas dengan produksi awal sebanyak 12 Kendaraan.

Osa di Laut

Perubahan yang diusulkan oleh VP. Efremov tidak serta merta mengubah rencana keseluruhan daripada desain Sa-8. bagian-bagian yang sudah dikembangkan untuk sistem Ellipse akhirnya tetap diadopsi untuk varian laut dari Sa-8. Varian ini diberi nama kode NATO sebagai “SA-N-4”

SAN-4
Varian laut untuk SA-8.

Varian angkatan laut ini memiliki layout radar yang sama dengan Ob-1040 dan tentunya stabiliasi platform yang sulit didapatkan untuk masa itu pada platform kendaraan ringan.  Sekalipun terdapat perbedaan layout dari yang berbasis darat.  SA-N-4 ini memiliki kesamaan/commonality sebesar 70% bahkan memanfaatkan rudal yang sama.

Dari Osa-A ke Osa-AK

Secara resmi sistem hanud Osa diterima masuk dinas pada tahun 1971. Namun demikian bukan berarti masalah pengembangan selesai. Suatu waktu, menteri pertahanan Uni Soviet Dimitry Ustinov berkunjung ke pabrikan NIEMI yang memproduksi Osa.  Beliau menyampaikan komplain terkait jumlah rudal yang dibawa oleh sistem Osa ini kurang lebih semacam ini :

BACA JUGA :  Russian Aerial Live Firing Exercise

Menteri : Kamerad Desainer, anda hanya mempersenjatai sistem ini dengan 4 rudal, kami membutuhkan 8.

V.P Efremov : Mohon maaf, daya muat kendaraan tidak cukup untuk kapasitas tersebut.

Menteri : Itu masalah anda, laporkan bilamana sudah terlaksana.

Akhirnya dilakukan pengkajian lebih lanjut mengenai permintaan sang menteri. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa adalah tidak mungkin untuk menempatkan 8 rudal seperti permintaan. Namun 6 rudal dapat diberikan.  Perubahan ini mengharuskan pergantian desain rudal dari yang semua siripnya tidak bisa dilipat, menjadi bisa dilipat.

9M33M2
Rudal 9M332 untuk Osa-AK. Sirip ekor dapat dilipat

hasilnya adalah Osa-AK yang diterima masuk dinas pada tahun 1975. Ekspor terhadap sistem ini dimulai pada tahun 1980.

Osa-AK
Osa-AK varian pertama yang diadopsi dan diekspor secara luas

Pada tahun 1975, juga dimulai program pemutakhiran. Utamanya dalam bidang radar dimana dilakukan penambahan kemampuan untuk mendeteksi helikopter yang sedang melakukan hovering/mengambang di udara.  Varian ini kemudian diberinama Osa-AKM.

Dari Osa-AKM ke Cakra Baskara

Sistahanud Osa terbukti sangat populer dengan luasnya konsumen ekspor mulai dari Eropa timur, Afrika, Amerika Selatan dan Timur tengah. Sistem ini juga dioperasikan oleh Yunani yang notabene anggota NATO bersama dengan sistem Tor (Sa-15 Gauntlet).

kepopuleran sistem tersebut menghasilkan “lapangan pekerjaan” bagi perusahaan-perusahaan di Eropa timur, utamanya setelah Uni Soviet runtuh dimana perusahaan pembuat senjata dan biro desain teknis tidak bisa lagi bergantung pada subsidi negara.

Salah satu perusahaan diatas adalah Tetraedr dari Belarusia.  Perushaan ini bergerak di bidang pemeliharaan serta peningkatan kemampuan daripada sistem hanud era Soviet yang masih dioperasikan negara-negara pembelinya.  Mereka sanggup melakukan peningkatan kemampuan dan dukungan terhadap sistem-sistem seperti S-125 (SA-3 Goa) dan tentu saja 9K33 (Sa-8).  Profil mereka dapat dilihat pada link berikut.

Program peningkatan kemampuan mereka tidak hanya terbatas pada sekedar penggantian komponen ke yang lebih modern namun juga secara umum meningkatkan daya jangkau dan ketahanan terhadap pengacau elektronik (ECM).

Osa-1T/Cakra Baskara

10bc3af2390fa07c831eb1edc32ffdc2
Osa-1T

Sistem ini adalah varian upgrade daripada Osa-AKM. Dari luar kelihatannya tidak ada perubahan, namun di bagian dalam. Tempat kerja awak Hanud sudah berubah, dari semula analog menjadi Digital.

BACA JUGA :  Terlalu Bising, Jepang Akan Kurangi Lahan Militer AS Di Okinawa

Osa-AK-AKM
Panel kontrol Sa-8 orisinil

Panel kontrol Osa-1T
Panel kontrol Osa-1T oleh Miroslav Gyurosi

 

Selain perubahan dari analog ke digital. Osa-1T yang diiklankan di Indonesia memakai sasis kendaraan baru yaitu MZKT-69221. Kendaraan ini adalah lebih besar daripada BAZ-5937. Sayangnya ia tidak memiliki kemampuan amfibi. Namun kapasitas muatannya lebih besar dan memungkinkan untuk mengadaptasi rudal baru yaitu Stiletto yang dikembangkan oleh Tetraedr bekerjasama dengan perusahaan Luch dari Ukraina.

MILEX 2011-MZKT-69211
Kendaraan MZKT-69211 oleh Michael Jerdev-2011.

T-38 Stiletto

T-38 Stiletto
T-38 Stiletto oleh Michael Jerdev-2011.

Varian dari Cakra Baskara ini mungkin dapat disebut sebagai varian “ultimate” daripada Sa-8.  Bekerjasama dengan perusahaan Luch dari Ukraina. Tetraedr melakukan pemutakhiran mendalam terhadap Sa-8.

Dapat dilihat perbedaannya selain pada sasis juga pada kapasitas rudal yang sebelumnya tidak dapat dicapai pada sasis BAZ-5937. Rudal yang digunakan diberi nama T-382 yang dikembangkan oleh Luch. Rudal ini mampu mencapai jarak 20 Km, atau 2 kali daripada 9M33M2 yang hanya 10-12.5 km.

Pengembangan rudal baru ini dianggap perlu karena ya stok rudal 9M33 yang tersedia dari zaman Soviet lama-lama akan habis. Dengan demikian diperlukan rudal baru yang lebih baik.

Perlukah Indonesia ?

Tentu pertanyaan terakhir yang bakal muncul adalah “apakah Indonesia tertarik atau perlu sistem ini ?” Sistem Osa ini adalah menarik karena ia mampu “mandiri” dalam artian semua sensor yang diperlukan itu ada dalam 1 kendaraan.

Sayangnya jawaban untuk pertanyaan diatas adalah “Tidak” Mengapa demikian ? Bahwa upgrade ini tidak menyentuh kelemahan utama daripada sistem Osa yaitu ia hanya mampu menyerang 1 sasaran.  Akibat dari kelemahan ini utamanya dalam perang modern dewasa ini. Sistem Osa dapat dengan mudah disaturasi dengan menembakkan beberapa munisi.  Hal ini dapat kita lihat di konflik Nagorno-karabakh dimana pihak Azerbaijan memanfaatkan umpan berupa pesawat AN-2 tak berawak untuk “memaksa” Osa memperlihatkan dirinya, dan selanjutnya dihancurkan melalui UAV.

Dhimas Afihandarin
Dhimas Afihandarinhttp://stealthflanker.deviantart.com
Pecinta militer, terutama yang berkaitan dengan topik Pertempuran elektronika dan desain alutsista.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua