Sunday, August 9, 2020
Home Artileri Pertahanan Udara PGZ-95, Senjata Anti Pesawat China

Artileri Pertahanan Udara PGZ-95, Senjata Anti Pesawat China

HobbyMiliter.com – Artileri Pertahanan Udara PGZ-95, Senjata Anti Pesawat China. Dengan memadukan kelincahan gerak, kecepatan tembak dan daya gempur yang mematikan, Perusahaan Industri Pertahanan China Norinco mencipta sistem senjata artileri pertahanan udara gerak sendiri PGZ-95. Idenya dari sista arhanud kondang Tunguska dipadu SIDAM-25. Namun talc urung PGZ-95 dituding sebagai jiplakan SIDAM-25 Italia.

Senjata artileri pertahanan udara (sista arhanud) gerak sendiri atau self propelled anti-aircraft artillery (SPAAA) type PGZ-95 dirancang sebagai tameng udara jarak dekat bagi pasukan infanteri dengan kekuatan setingkat resimen atau brigade. Jika perlu PGZ-95 juga dapat dipakai sebagai sebagai sista pendukung bagi satuan berlapis baja. Cikal bakal PGZ-95 adalah sista arhanud Tipe 90-1 yang dilansir China North Industries Corporation (Norinco) pada pertengahan tahun 1996. Rampung dipermak, muncul generasi berikutnya yakni Tipe 90-2. Sista ini mulai berdinas di jajaran resimen arhanud PLA (Angkatan Bersenjata Republik Rakyat China) pada akhir tahun 1997.

BACA JUGA :  Pertama Kalinya, Militan ISIS Menyerahkan Diri Di Afghanistan

Semula PLA berniat untuk memiliki sista arhanud gerak sendiri jenis 2K22 Tunguska buatan Rusia yang memadukan kanon 2A38 kaliber 30 milimeter dan peluru kendali (rudal) anti pesawat terbang jarak dekat tipe SA-19 Grison namun dengan dimuatkan dalam sasis yang lebih kecil dari sasis Tunguska. Namun niat ini sulit terwujud karena pada prakteknya adalah sangat mustahil memadukan kedua sista tulang punggung Tunguska tersebut pada kendaraan tempur (ranpur) Angkatan Darat Uni Soviet yang berukuran lebih kecil dari pada yang selama ini sudah dipakai sebagai sebagai sasis Tunguska. Akhirnya sista arhanud gerak sendiri SIDAM-25 lansiran Oto Melara, Italia dilirik sebagai acuan dan pada awal dekade 1980-an beberapa unit SIDAM-25 segera berpindah tempat mukim ke China.

BACA JUGA :  Sejarah Kerajaan Samudera Pasai, Salah Satu Kerajaan Islam Tertua Di Indonesia

Sista arhanud gerak sendiri SIDAM-25 tersusun dari empat kanon KBA kaliber 25 milimeter buatan Oerlikon Contraves dengan sasis berupa kendaraan berlapis baja roda rantai M-113 buatan Food Machinery Corporation, AS. Setelah mengutak-atik sejumlah kubah SIDAM-25 akhirnya pada tahun 1984 muncul sista arhanud gerak sendiri bersenjata kanon laras ganda PGZ-95 berkaliber 25 milimeter. Sekilas tampilan kubah senjata PGZ-25 laksana pinang dibelah dua dengan SIDAM-25. Maka tidak pelak banyak kalangan pemerhati perkembangan teknologi militer lantas dengan serta merta menuding PGZ-95 sebagai tidak lebih dari jiplakan SIDAM-25.

Sejak awal PGZ-95 memang dirancang untuk dapat dioperasikan oleh ketiga awaknya baik pada siang maupun malam hari dalam segala kondisi cuaca. Sasaran yang dapat digasaknya mulai dari wahana udara tidak berawak (unmanned aerial vehicle), helikopter serang darat bahkan pesawat tempur bersayap tetap dan rudal jelajah. Sista ini mulai muncul di depan publik dalam parade Revolusi 1 Oktober di lapangan Tiananmen (1999). Varian ekspor PGZ-95 yakni sista arhanud gerak sendiri Tipe 95 baru dilansir pada penghujung tahun 2003.

BACA JUGA :  Korps Marinir TNI AL Terima MLRS Type 90B Buatan NORINCO China

Setiap baterai PGZ-95 terdiri dari enam hingga delapan unit PGZ-95 yang didampingi satu unit kendaraan pos komando berawak lima dengan kasis yang sama. Selain itu setiap baterai PGZ-95 juga dilengkapi dengan tiga unit kendaraan pengangkut amunisi, satu unit kendaraan pengamat dan satu unit kendaraan angkut amunisi yang menempati kasis berupa truk lintas medan beroda enam.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua