Thursday, December 7, 2023
HomeArtileri Pertahanan Udara PGZ-95, Senjata Anti Pesawat China

Artileri Pertahanan Udara PGZ-95, Senjata Anti Pesawat China

HobbyMiliter.com РArtileri Pertahanan Udara PGZ-95, Senjata Anti Pesawat China. Dengan memadukan kelincahan gerak, kecepatan tembak dan daya gempur yang mematikan, Perusahaan Industri Pertahanan China Norinco mencipta sistem senjata artileri pertahanan udara gerak sendiri PGZ-95. Idenya dari sista arhanud kondang Tunguska dipadu SIDAM-25. Namun talc urung PGZ-95 dituding sebagai jiplakan SIDAM-25 Italia.

Senjata artileri pertahanan udara (sista arhanud) gerak sendiri atau self propelled anti-aircraft artillery (SPAAA) type PGZ-95 dirancang sebagai tameng udara jarak dekat bagi pasukan infanteri dengan kekuatan setingkat resimen atau brigade. Jika perlu PGZ-95 juga dapat dipakai sebagai sebagai sista pendukung bagi satuan berlapis baja. Cikal bakal PGZ-95 adalah sista arhanud Tipe 90-1 yang dilansir China North Industries Corporation (Norinco) pada pertengahan tahun 1996. Rampung dipermak, muncul generasi berikutnya yakni Tipe 90-2. Sista ini mulai berdinas di jajaran resimen arhanud PLA (Angkatan Bersenjata Republik Rakyat China) pada akhir tahun 1997.

BACA JUGA :  AS Serukan Agar Turki Berhenti Serang Pasukan Kurdistan

Semula PLA berniat untuk memiliki sista arhanud gerak sendiri jenis 2K22 Tunguska buatan Rusia yang memadukan kanon 2A38 kaliber 30 milimeter dan peluru kendali (rudal) anti pesawat terbang jarak dekat tipe SA-19 Grison namun dengan dimuatkan dalam sasis yang lebih kecil dari sasis Tunguska. Namun niat ini sulit terwujud karena pada prakteknya adalah sangat mustahil memadukan kedua sista tulang punggung Tunguska tersebut pada kendaraan tempur (ranpur) Angkatan Darat Uni Soviet yang berukuran lebih kecil dari pada yang selama ini sudah dipakai sebagai sebagai sasis Tunguska. Akhirnya sista arhanud gerak sendiri SIDAM-25 lansiran Oto Melara, Italia dilirik sebagai acuan dan pada awal dekade 1980-an beberapa unit SIDAM-25 segera berpindah tempat mukim ke China.

BACA JUGA :  Super Tucano AU Brazil Tembak Jatuh Pesawat Pengangkut Kokain

Sista arhanud gerak sendiri SIDAM-25 tersusun dari empat kanon KBA kaliber 25 milimeter buatan Oerlikon Contraves dengan sasis berupa kendaraan berlapis baja roda rantai M-113 buatan Food Machinery Corporation, AS. Setelah mengutak-atik sejumlah kubah SIDAM-25 akhirnya pada tahun 1984 muncul sista arhanud gerak sendiri bersenjata kanon laras ganda PGZ-95 berkaliber 25 milimeter. Sekilas tampilan kubah senjata PGZ-25 laksana pinang dibelah dua dengan SIDAM-25. Maka tidak pelak banyak kalangan pemerhati perkembangan teknologi militer lantas dengan serta merta menuding PGZ-95 sebagai tidak lebih dari jiplakan SIDAM-25.

Sejak awal PGZ-95 memang dirancang untuk dapat dioperasikan oleh ketiga awaknya baik pada siang maupun malam hari dalam segala kondisi cuaca. Sasaran yang dapat digasaknya mulai dari wahana udara tidak berawak (unmanned aerial vehicle), helikopter serang darat bahkan pesawat tempur bersayap tetap dan rudal jelajah. Sista ini mulai muncul di depan publik dalam parade Revolusi 1 Oktober di lapangan Tiananmen (1999). Varian ekspor PGZ-95 yakni sista arhanud gerak sendiri Tipe 95 baru dilansir pada penghujung tahun 2003.

BACA JUGA :  Norinco Sky Dragon 12: Sistem Rudal Berdesain Pantsir S-1

Setiap baterai PGZ-95 terdiri dari enam hingga delapan unit PGZ-95 yang didampingi satu unit kendaraan pos komando berawak lima dengan kasis yang sama. Selain itu setiap baterai PGZ-95 juga dilengkapi dengan tiga unit kendaraan pengangkut amunisi, satu unit kendaraan pengamat dan satu unit kendaraan angkut amunisi yang menempati kasis berupa truk lintas medan beroda enam.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Penandatanganan penyerahan kota Solo dan Pacitan dari Belanda ke pasukan Republik di Stadion Solo 12 November 1949. Belanda diwakili oleh Kolonel van Ohl dan Republik Indonesia diwakili oleh Letnan Kolonel Slamet Rijadi. Tampak Mayor Jendral Mollinger dibelakang keduanya. Letkol Slamet Rijadi sebelumnya memimpin Serangan Umum Surakarta melawan pasukan Kol. van Ohl, 7-10 Agustus 1949.

Kisah Slamet Riyadi, Pahlawan Nasional dari Solo

0
HobbyMiliter.com - Slamet Riyadi, Pahlawan Nasional dari Solo. Dalam kegiatan Operasi Senopati untuk menumpas pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) tahun 1950, Letnan Kolonel Slamet...

Recent Comments