Sea Harrier, bukti kedigdayaan Angkatan Laut Inggris di Udara dan di Lautan
Sea Harrier, bukti kedigdayaan Angkatan Laut Inggris di Udara dan di Lautan.Sumber : wikimedia

HobbyMiliter.com – Sea Harrier Wujud Kedigdayaan Inggris Di Udara Dan Di Lautan. Apakah anda masih ingat dengan artikel yang kami hadirkan beberapa waktu yang lalu tentang kisah pesawat tempur berbasis kapal induk Dassault Etendard dan Super Etendard? HobbyMiliter sempat menyajikan seklumit cerita ketika jet – jet tempur Dassault Super Etendard milik Angkatan Laut Argentina menghajar sebuah kapal perang milik Angkatan Laut Inggris, HMS Sheffield dengan menggunakan rudal Exocet hingga akhirnya kapal tersebut tenggelam pada Perang Malvinas / Perang Falklands.

Nah, kali ini, HobbyMiliter akan mencoba menghadirkan kisah dari musuh jet tempur Super Etendard kala itu, yakni Sea Harrier milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy). Bagaimana kisahnya? Simak yang satu ini…

Sejarah Singkat Sea Harrier

Sea Harrier lahir sebagai pengembangan dari pesawat jet tempur Hawker Siddeley Harrier. Diawali dengan peristiwa mendaratnya prototype pesawat P.1127 keatas dek landasan kapal induk kelas Audacious milik Inggris, HMS Ark Royal pada bulan Februari 1963. Prototype tersebut kemudian berevolusi menjadi pesawat jet tempur Hawker Siddeley Harrier. Sea Harrier sebagai varian jet tempur Harrier untuk penggunaan oleh Angkatan Laut mulai dikembangkan sejak saat itu dan mulai melaksanakan misi penerbangan perdana pada bulan Agustus tahun 1978. Sea Harrier berbeda dengan Harrier secara khusus karena ia menggunakan avionik dan mesin yang berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di tubuh Angkatan Laut Inggris. Mesin Pegasus yang digunakan juga didesain dengan tingkat ketahanan  terhadap korosi yang lebih tinggi daripada mesin yang sama digunakan pada Harrier versi Angkatan Udara Inggris.

Kiprah Sea Harrier, Dari Falklands-Malvinas Hingga Balkan War

April 1982, Argentina melaksanakan invasi untuk menduduki kepulauan Falklands sebagai upaya untuk menegakkan klaim atas teritorial tersebut. Inggris, yang merasa bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah “koloni” mereka sejak tahun 1841, melaksanakan upaya perebutan kembali wilayah tersebut dengan mengirimkan satuan tugas atau Task Force yang terdiri dari kapal – kapal perang Angkatan Laut Inggris serta pesawat tempur dan bomber milik Angkatan Udara Inggris. Sebuah operasi yang tergolong cukup berisiko mengingat jarak yang jauh antara daratan utama Inggris dengan kepulauan Falklands.

HMS Hermaes Berangkat ke Kepulauan Falklands
HMS Hermaes Berangkat ke Kepulauan Falklands.
Sumber : grandlogistics

Dalam satuan tugas Angkatan Laut Inggris terdapat dua unit kapal induk yakni HMS Invincible dan HMS Hermes. Sebagai bagian dari kekuatan tersebut dibawa juga 28 unit pesawat tempur Sea Harrier milik Angkatan Laut Inggris dan pesawat tempur Harrier GR3 milik Angkatan Udara Inggris. Menerapkan konsep interoperabilitas dan pembagian peranan dalam melaksanakan operasi militer, 28 unit Sea Harrier yang ada diberi tugas menjadi payung perlindungan bagi seluruh kapal yang ada dalam satuan tugas tersebut. Sementara itu, Harrier GR3 yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Inggris mendapat jatah tugas sebagai pesawat penggempur yang berperan menghajar sasaran darat dan memberikan dukungan udara bagi pasukan yang akan melaksanakan serangan ke daratan kepulauan Falklands. Secara umum kiprah jet tempur ini bisa dibilang menjadi sebuah kesuksesan tersendiri karena dari total 28 pesawat tempur Sea Harrier yang dikerahkan dalam operasi militer tersebut sebanyak dua unit tercatat jatuh akibat tembakan pasukan darat Argentina. Sementara sisa 4 pesawat lainnya yang terhitung dalam total 6 unit pesawat Sea Harrier yang jatuh dalam perang Falklands disebabkan adanya kegagalan mekanis dan kecelakaan.

Baca juga :   Unik, Helikopter Kecepatan Tinggi Buatan Rusia Jalani Uji Terbang
Sea Harrier ZA193 Dave Smith 24 May 1982
Sea Harrier ZA193 Dave Smith 24 May 1982.
Sumber : grandlogistics

Sea Harrier yang beroperasi sebagai payung perlindungan udara di perang Falklands berhasil mencatatkan kill atau jumlah pesawat yang ditembak jatuh sebanyak 20 unit dari 32 total pesawat musuh yang berhasil dijatuhkan oleh skuadron komposit Sea Harrier milik Angkatan Laut Inggris dan Harrier GR3 milik Angkatan Udara Inggris. Kiprah skuadron komposit Harrier dan Sea Harrier ini jugalah yang membawa Inggris pada kemenangan dalam perang Falklands yang berlangsung selama kurang lebih 10 minggu tersebut.

Sea Harrier kembali diturunkan dalam konflik di wilayah Balkan dimana ia diturunkan dalam peperangan yang berlangsung sejak tahun 1992 hingga tahun 1995 di Bosnia. Kali ini, Sea Harrier bertugas sebagai pesawat penggempur pasukan musuh yakni pasukan Serbia-Bosnia sekaligus memberikan dukungan udara untuk elemen pasukan internasional yang juga terlibat dalam peperangan tersebut. Dalam perang yang sering disebut peperangan Balkan ini tercatat satu unit Sea Harrier ditembak jatuh oleh sebuah rudal anti-pesawat Igla-1.

Usai peperangan Balkan, jet tempur legendaris ini juga di-deploy ke Sierra-Leone, dengan bertugas diatas HMS Illustrious pada tahun 2000. Penugasan tersebut sebagai pengawalan terhadap konvoi kapal supplai logistik yang mengirimkan supplai logistik ke pasukan Inggris yang bertugas diwilayah tersebut.

Tingkat kehilangan atau loss yang rendah selama karir Sea Harrier membuatnya mampu bertahan selama beberapa dekade. Jet tempur ini menjadi salah satu pesawat paling sukses dalam sejarah aviasi Angkatan Laut di dunia karena selain tingkat loss yang rendah, Sea Harrier juga mampu memberikan terobosan dalam teknologi aviasi Angkatan Laut dimana ia mampu membuktikan konsep Vertical Take-Off and Landing mampu dan sangat diperlukan oleh aviasi Angkatan Laut sebagai teknologi kunci yang turut membantu Angkatan Laut dalam mencapai kemenangan atas kampanye militer strategis dilautan.

Baca juga :   Tank AMX13 Kodam Brawijaya Pindah Rumah Ke Kodam Tanjung Pura

Akhir Karir Sea Harrier

Jet tempur legendaris tersebut tetap bertugas dalam Angkatan Laut Inggris hingga pada tahun 2006 keseluruhan pesawat jet tempur legendaris ini ditarik dari layanan di Angkatan Laut Inggris. Meskipun demikian, banyak kalangan yang mengkritisi keputusan pemerintah Inggris untuk mempensiunkan jet tempur ini karena pada akhirnya, Inggris harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan jet tempur pengganti Sea Harrier, F35B STOVL atau Short Take-Off and Vertical Landing. Bahkan keputusan mempensiunkan Sea Harrier saat itu juga sempat mendapat kritik dari beberapa perwira di kalangan militer Inggris.

Sea Harrier FA2, Varian Terakhir Sea Harrier yang Dipensiunkan Pada 2006
Sea Harrier FA2, Varian Terakhir Sea Harrier yang Dipensiunkan Pada 2006.
Sumber : defenceoftherealm

Sebagai stop-gap dalam masa tunggu hingga F35 pesanan Inggris siap ditugaskan, Inggris mempertahankan operasional jet tempur Harrier dalam sebuah pasukan yang disebut dengan Joint Harrier Force atau biasa disingkat JFH. JFH sendiri terdiri dari elemen jet tempur Harrier milik Angkatan Udara Inggris dan Sea Harrier milik Angkatan Laut Inggris, namun setelah Sea Harrier dipensiunkan, Angkatan Laut Inggris menerima jet tempur Harrier GR7 dan versi upgrade dari Harrier GR9 pada tahun 2006. Namun kenyataan nya pesawat yang diterima dari proses transfer oleh Angkatan Udara Inggris ke Angkatan Laut Inggris tersebut malah harus pensiun secara prematur atau lebih awal dari jadwal akibat pemotongan Anggaran Pertahanan Inggris. Ini membuat komponen JFH semakin berkurang dan Angkatan Laut Inggris harus menelan pil pahit yakni menunggu hingga F35B yang mereka pesan siap untuk bertugas diatas kapal induk terbaru mereka, HMS Queen Elizabeth. Meski mengalami akhir yang sangat miris ditubuh Aviasi Angkatan Laut Inggris, Sea Harrier telah membuktikan kemampuan dan ketangguhan nya dalam berbagai misi operasi yang diembannya selama berdinas di Angkatan Laut Inggris. Sea Harrrier telah menjadi bukti kedigdayaan Angkatan Laut Inggris di lautan dan di udara.