Marshal Ustinov: Kapal Penjelajah Rudal Kelas Slava Paling Modern Milik Rusia – HobbyMiliter.com – Dari empat kapal penjelajah rudal kelas Slava (Proyek 1164 Atlant) yang dibangun Uni Soviet, hanya dua yang masih berlayar aktif hari ini. Salah satunya adalah Marshal Ustinov, kapal bendera Armada Utara Rusia dan satu-satunya anggota kelas Slava yang telah menjalani modernisasi besar. Inilah profil sang veteran Perang Dingin yang lahir tahun 1982 tetapi bersenjata teknologi abad ke-21.

Sejarah Marshal Ustinov
Marshal Ustinov adalah unit kedua kelas Slava. Lunasnya dipasang tahun 1978 di galangan 61 Kommunara, Nikolayev, dan kapal diluncurkan pada tahun 1982 dengan nama Admiral Lobov. Namanya kemudian diganti menjadi Marshal Ustinov, untuk menghormati Dmitry Ustinov, Menteri Pertahanan Uni Soviet yang wafat tahun 1984. Kapal resmi berdinas sejak tahun 1986 dan ditempatkan di Armada Utara yang bermarkas di Severomorsk.
Salah satu momen terkenalnya terjadi pada Juli 1989, ketika Marshal Ustinov berkunjung ke pangkalan Angkatan Laut AS di Norfolk, Virginia — kunjungan kapal perang Soviet yang sangat jarang terjadi dan menjadi simbol mencairnya Perang Dingin. Setelah Uni Soviet runtuh, kapal ini tetap menjadi salah satu kapal permukaan terbesar Angkatan Laut Rusia dan sempat dikerahkan ke Laut Tengah pada masa intervensi Rusia di Suriah.
Modernisasi 2011–2016: Wajah Baru, Senjata Baru
Berbeda dengan saudara-saudaranya, Marshal Ustinov menjalani perbaikan dan modernisasi besar di galangan Zvezdochka, Severodvinsk, pada tahun 2011–2016. Dalam modernisasi ini:
- Rudal antikapal P-500 Bazalt diganti P-1000 Vulkan yang berjangkauan lebih jauh dan lebih sulit ditangkal.
- Radar dan sistem elektronik diperbarui, termasuk radar pencarian udara jarak jauh yang lebih modern.
- Sistem komunikasi, navigasi, dan pengendalian tembakan diganti dengan perangkat digital generasi baru.
Hasilnya, Marshal Ustinov kembali berdinas pada akhir 2016 sebagai anggota kelas Slava paling modern, dengan masa dinas yang diproyeksikan berlanjut sampai tahun 2030-an. Persenjataan lainnya tetap khas Slava: 8 peluncur vertikal S-300F Fort berisi 64 rudal pertahanan udara jarak jauh, 2 peluncur OSA-MA, meriam kembar AK-130 kaliber 130mm, 6 CIWS AK-630, torpedo, roket anti kapal selam RBU-6000, dan sebuah helikopter Ka-27. Bobotnya sekitar 11.490 ton dengan kecepatan maksimum 32 knot.

Kiprah Operasional Terakhir
Sejak kembali dari modernisasi, Marshal Ustinov sibuk berkeliling. Ia memimpin latihan Armada Utara di Laut Barents dan Atlantik Utara, berpartisipasi dalam latihan gabungan Rusia–China–Afrika Selatan di lepas pantai Cape Town pada November 2019, dan beberapa kali dikerahkan ke Laut Tengah. Pada masa perang Ukraina, kapal ini berlayar di Atlantik dan Laut Tengah sambil dikawal ketat oleh kapal-kapal NATO — fotonya berdampingan dengan fregat Inggris HMS St Albans menjadi pemandangan rutin era ini.
Kini, setelah Moskva tenggelam pada April 2022, kelas Slava tinggal menyisakan dua kapal aktif: Marshal Ustinov di utara dan Varyag di Pasifik. Sebagai yang termodern, Marshal Ustinov adalah bukti bahwa desain akhir era Soviet masih bisa dihidupkan kembali dengan elektronik dan rudal baru — baja lama, otak baru.

Baca juga: RNS Varyag, Salah Satu Kapal Penjelajah Rudal Andalan Rusia dan Upgrade Radar Pada Slava Class.
Baca juga: Kapal Induk Rusia Ada Berapa? Daftar Kapal Induk Rusia dari Era Soviet hingga Kini.





