Prajurit Kopaska TNI AL
Prajurit Kopaska TNI AL

Soal sabotase bawah air hingga penyusupan ke sarang musuh, TNI AL punya andalan. Mereka adalah Komando Pasukan Katak. Atau lebih dikenal dengan Kopaska TNI AL. Berikut profil singkat serta sejumlah persenjataan dan kemampuan yang dimilikinya. Merinding rasanya kalau mendengar prinsip yang dianut Kopaska dalam menjalankan tugas. Bayangkan saja, untuk melahap target, setiap anggota pasukan khusus milik TNI AL ini menganut faham one way ticket. Artinya, operasi mesti sukses dilaksanakan. Walau dengan risiko bakal kehilangan nyawa. Jadi memang tak berlebihan kalau julukan One Way Ticket Commando bisa melekat pada Kopaska.

Pasukan Katak Dibentuk Untuk Menjebol Karel Doorman

Topeng Kopaska
  • Facebook
  • Google+
  • Twitter
  • Tumblr
  • Pinterest
Topeng Kopaska Sumber: David Afredy

Bila ditarik kebelakang, gagasan membentuk pasukan katak sudah dimulai sejak tahun 1954. Waktu itu beberapa perwira di bawah pimpinan Kapten (laut) Iskak membuka sekolah Frogman (manusia katak) di Dinas Ranjau, Surabaya. Selanjutnya, tiga tahun kemudian TNI AL juga mengirimkan dua perwira buat mengikuti pendidikan tim demolisi bawah air (UDT – Under Water Demolition Team) di AS.

Baca juga :   Surefire High Capacity Magazine - Magasen Gambot Andalan Kopaska

Ketika pemberontakan PRRI/Permesta meletus tahun 1958, bisa jadi satuan pasukan katak belum resmi terbentuk. Toh ini tak menandakan operasi khusus bawah air tak bisa dijalankan. Sebaliknya, dengan jumlah personil masih sangat terbatas, mereka diwajibkan untuk terjun dalam operasi militer sesungguhnya. Membersihkan rintangan laut bagi jalur masuk kapal-kapal TNI AL ke Teluk Bayur adalah tugas Embrio Komando Pasukan Katak pada waktu itu.

Genderang Operasi Trikora yang ditabuh akhir tahun 1961 menandai perubahan besar pada unit bawah air TNI AL. Untuk menyokong operasi pendaratan yang melibatkan 150 ribu pasukan dan 100 kapal TNI maka tak ada jalan lain. Kehadiran pasukan katak jelas dibutuhkan sebagai pembuka jalan. Alhasil para petinggi TNI pada masa itu memutuskan untuk membentuk Komando Pasukan Katak atau disingkat Kopaska. Unit pasukan elit ini resmi lahir pada 31 Maret 1962.

Baca juga :   Yontaifib Marinir: Pasukan Elit Marinir TNI AL

Baru terbentuk bukan lantas Kopaska bisa melenggang dengan santai. Sebaliknya tugas berat buat menyokong Operasi Trikora sudah menghadang. Selain sebagai pembuka operasi amfibi, Kopaska juga mendapat tugas tambahan lain. Sebut saja diantaranya adalah rencana menghabisi instalasi radar Belanda di Irian.

Tak hanya sebatas itu. Mereka bahkan juga mendapat dua perintah yang tergolong menghebohkan. Pertama, menghancurkan kapal induk Belanda, Karel Doorman! Simbol kekuatan laut penjajah tadi bakal dihantam dengan torpedo berawak. Terakhir, menculik Laksamana Reeser, Panglima Balatentara Belanda di Irian Barat. Jelas, bila simbol-simbol kekuasaan penjajah tadi bisa dirontokkan, Belanda bakal kehilangan muka. Sungguh tugas berat menanti prajurit Komando Pasukan Katak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here