Foto Foto Darurat Militer Aceh 2003-2004, Operasi Militer Lawan GAM

1
27186
Pos TNI di Darurat Militer Aceh, 2003
Pos TNI di Darurat Militer Aceh, 2003

Beginilah suasana di pos keamanan yang didirikan TNI. Antara pos pos ini dilakukan patroli rutin yang dilakukan secara random dan acak. Seringnya patroli antar pos ini mempersempit gerakan anggota GAM dan dapat memutus rantai logistik anggota GAM. Tampak rentengan peluru senapan mesin digantungkan di pos ini. Walaupun di daerah operasi, prajurit tidak mau ketinggalan informasi dengan tetap membaca berita koran.

Kavaleri TNI di Aceh 2003
Kavaleri TNI di Aceh 2003

Seorang komandan kendaraan tempur kavaleri dengan menggunakan binokular mengarahkan kendaraannya ke titik tertentu. Kendaraan tempur yang dimiliki TNI, walaupun jadul dan lawas, merupakan force multiplier bagi kekuatan TNI dalam melaksanakan operasi militer melawan GAM di daerah Aceh ini.

BACA JUGA :  Video Latihan Menembak Tank PT-76M Marinir
Truk rantis TNI dengan armor batang kelapa. Lapisan batang kelapa ditambah lapisan baja mampu memberikan perlindungan terhadap senjata kaliber kecil.
Truk rantis TNI dengan armor batang kelapa. Lapisan batang kelapa ditambah lapisan baja dirasa mampu memberikan perlindungan terhadap senjata kaliber kecil.

Untuk mengurangi korban akibat penghadangan terhadap kendaraan truk taktis TNI, maka anggota TNI di Aceh melakukan improvisasi terhadap truk pengangkut pasukannya. Biasanya dipasang lapisan baja tambahan dengan las manual, kemudian ditambahi batang batang kelapa sebagai tambahan armor. Walau sederhana, trik yang diaplikasikan dilapangan ini mampu mengurangi korban yang tertembak akibat penghadangan anggota GAM.

Glugu Armor di Aceh
Glugu Armor di Aceh

Glugu Armor ini banyak diaplikasikan di truk truk rantis TNI, pos pos keamanan serta tempat tempat lain yang sering mendapatkan gangguan keamanan dari GAM. Dari evaluasi terhadap pergerakan pasukan menggunakan rantis di Aceh, akhirnya TNI dan Pindad membangun APC Anoa 6×6 dengan melakukan reverse engineering terhadap ranpur VAB 4×4. Selain itu, TNI juga membentuk batalyon batalyon infantri mekanis.

BACA JUGA :  TNI AD Hadiri Demonstrasi Senjata Loitering Glide Bomb WS-43 di China
TNI melayani kontak tembak dengan Gerakan Aceh Merdeka, 2003
TNI melayani kontak tembak dengan Gerakan Aceh Merdeka, 2003

Pasukan TNI bergegas turun dari kendaraan tempur untuk melayani kontak tembak yang diberikan oleh anggota Gerakan Aceh Merdeka. Kendaraan lapis baja tersebut memberikan perlindungan terhadap serangan senjata kaliber kecil. Kendaraan tersebut juga dapat memberikan firepower tambahan dengan kanon dan senapan mesin berat yang dibawanya.

Penembak senapan mesin sedang beraksi
Penembak senapan mesin sedang beraksi

Penembak senapan mesin memberikan covering fire terhadap rekan pasukannya. Tembakan yang diberikan secara terus menerus dapat menekan lawan untuk menghentikan tembakannya dan membuat pasukan kawan bisa maju dan balas menembak lawan. Senapan mesin regu ini membuat sebuah pasukan mempunyai firepower berlipat dibandingkan dengan anggota GAM yang menjadi musuhnya.

BACA JUGA :  Dua Unit Sukhoi SU35 Akan Tampil Di HUT TNI Oktober Tahun Ini
Perjanjian damai Helsinki
Perjanjian damai Helsinki

Kini semuanya sudah selesai. Perjanjian Helsinki sudah ditandatangani dan point pointnya sudah dilaksanakan. Diantaranya, GAM menghentikan perlawananya, diterapkannya Syariat Islam dalam hukum daerah serta adanya partai lokal Aceh. Mari kita doakan agar damai senantiasa ada di NKRI ini.

 

1 COMMENT

  1. Jika Pindad saat itu melakukan reverse engineering terhadap VAB menjadi Anoa 6×6, kapan dilakukan reverse engineering terhadap anti-tank rocket launcher (LRAC F1, PF-98, RPG-7), ATGM (Javelin), MANPADS (Igla, Stinger, RBS-70), truk angkut personel, dll? Semoga kemandirian alutsista semakin meningkat.

Comments are closed.