Wednesday, November 24, 2021
HomePasukan T Ronggolawe, Pasukan Pejuang Pelajar

Pasukan T Ronggolawe, Pasukan Pejuang Pelajar

Ketika pasukan ini bergerilya dekat Wonosobo, mereka bermarkas di Marongsari. Dan atas inisiatif salah seorang anggotanya, Rinto Sulaiman mereka bisa menerbitkan majalah yang berjudul SPES PATRIAE (Untuk Tanah Air). Majalah ini memeuat pengalaman, pemikiran dan cerita dari para anggota Pasukan T. Yang menenarik, halaman terakhirnya diberi judul “Ruangan bahasa Musuh” yang memuat tulisan berbahasa Belanda. Majalah ini di bawa masuk ke kota Magelang oleh para gadis penghubung yang ikut membantu Pasukan T sejak dari Gunung Sumbing. Majalah ini juga sampai ke tangan Sri Sultan Hamengkubuwono IX ketika beliau singgah di Magelang.

BACA JUGA :  Kisah Rudal Anti Pesawat SA-2 Guideline China Menembak Pesawat Mata Mata Amerika

Salah satu keberhasilan mereka adalah memukul patroli Pasukan KL (Koninklijke Leger – Pasukan Kerajaan Belanda, bukan NICA/KNIL) dari Sapuran di Desa Banaran pada Juli 1949. Keberhasilan ini didukung persiapan dan potensi medan pertahanan walaupun persenjataan kalah jauh dibandingkan milik Pasukan KL.

Pejuang Wanita yang membantu Pasukan T Ronggolawe
Pejuang Wanita yang membantu Pasukan T Ronggolawe.

Karena posisi Pasukan Belanda yang semakin terjepit menghaapi gerilya maka pihak Belanda melapor ke pihak UNCI (United Nations Commission for Indonesia – Badan PBB yang menengahi konflik Indonesia – Belanda) agar menyampaikan perintah penghentian tembak menembak. Penghentian tembak menembak di lapangan mulai efektif tanggal 9 Agustus 1949 walaupun sebenarnya pada tanggal 3 Presiden Soekarno dan Panglima Besar Jenderal Soedirman telah mengumumkan perintah Penghentian tembak menembak.

BACA JUGA :  Vozdushno-Desantnye Vojska, Pasukan Linud Russia

Beberapa perwira Pasukan T ditugaskan menjadi perwira penghubung (liason officer) dengan perwira dari Pasukan Belanda. Mereka juga membahas penarikan Pasukan Belanda dari Wonosobo dan serah terima kota Wonosobo kepada TNI. Pasukan T resmi masuk kota Wonosobo pada 18 Oktober 1949.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

2 COMMENTS

  1. Aku bangga almarhum kakek ku dulu menjadi anggota pasukan divisi 5 ronggolawe, di bawah komando bpk sudarmono, aku anak cepu bangga kota cepu dulu menjadi markas divisi 5 ronggolawe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua